Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bekraf: Di Indonesia, Para Pembuat Film Kena Pajak Berlapis

Kompas.com - 04/05/2017, 18:59 WIB
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Endah Wahyu Sulistianti, menyebut bahwa salah satu hal yang bisa dibilang mencekik pembuat film Tanah Air maupun asing adalah masalah pajak.

Hal itu disampaikan oleh Endah dalam Lokakarya Indonesia-UE tentang kebijakan untuk komisi film dan Industri perfilman di Indonesia, yang diadakan di Hotel Harris, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/5/2017).

"Dari perizinan sampai pertunjukan, tidak hanya produser asing yang dikenai, film maker nasional pun sekarang menderita pajak berlapis yang dikenakan oleh pemerintah," ujar Endah.

Pajak berlapis itu mencakup dari pajak penyewaan alat, honor pemain dan kru, iklan, dan distribusi, hingga pajak daerah untuk pemutaran di gedung bioskop dan lainnya.

Endah mengatakan bahwa pihaknya bersama kementerian terkait sedang berusaha mendapatkan insentif potongan pajak atau pengembalian biaya produksi itu. Tidak untuk pelaku film lokal, tetapi juga untuk penanam modal asing.

"Bekraf dibantu Kementerian Koordinator Perekonomian sudah berusaha melobi Kementerian Keuangan, terutama Dirjen Pajak, untuk membuka pintu insentif pajak, memberikan semacam insentif terutama di bidang produksi," terang Endah.

Karena peraturan pajak pemerintah pusat belum ramah untuk bidang perfilman, pihak Bekraf mengambil jalan lain.

Endah mengatakan bahwa pihaknya mengupayakan kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk aturan pajak. Sebab, Pemda memiliki Undang-undang Otonomi Daerah. Dengan undang-undang itu, peraturan daerah tentang pajak bisa diatur sendiri.

"Jadi, kami berusaha bagaimana caranya proses yang sedang dijalankan di tingkat pusat, paralel, tetapi di daerah-daerah juga tetap memulai memberdayakan daerah masing-masing membuka diri terhadap shooting production service dan location service. Intinya bagaimana pajak membantu industri perfilman," tuturnya.

Baca juga: Bekraf Punya Strategi untuk Jaring Penonton dalam Jumlah Banyak, Demi Kualitas Film Indonesia, Bekraf Gandeng Laboratorium Film Italia, dan Kepala Bekraf: Investor Asing Akan Bangun Gedung Bioskop di Kota Kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+