Pencipta Lagu "Selamat Jalan Jupe" Nyekar ke Makam Julia Perez

Kompas.com - 11/06/2017, 18:25 WIB
Djalal, pencipta lagu dan penyanyi yang sempat menuai kontroversi ketika merilis tembang Selamat Jalan Jupe melakukan nyekar ke makam mendiang artis peran Julia Perez di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (11/6/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanDjalal, pencipta lagu dan penyanyi yang sempat menuai kontroversi ketika merilis tembang Selamat Jalan Jupe melakukan nyekar ke makam mendiang artis peran Julia Perez di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (11/6/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Djalal, pencipta lagu dan penyanyi yang sempat menuai kontroversi ketika merilis tembang "Selamat Jalan Jupe" mengunjungi makam Julia Perez di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (11/6/2017).

Ia datang seorang diri sekitar pukul 15.55 WIB. Mengenakan kemeja putih dan berpeci hitam, Djalal membawa bunga tabur dan setangkai bunga yang kemudian diletakkan di pusara Jupe.

[Baca juga: Tiga Benda Kesayangan Julia Perez ]

Djalal mengatakan ia langsung memesan tiket kereta api dari Surabaya ke Jakarta ketika tahu Jupe meninggal. Sesampai di Jakarta, ia langsung ke makam Jupe.

"Aku tahu dari berita infotainment," ujar Djalal kepada awak media sesudah memanjatkan doa di makam pelantun lagu "Belah Duren" tersebut.

[Baca juga: Adik Jupe: Jupe Peluk Aku dan Bilang I Love You ]

Nama Djalal sempat membuat heboh netizen, bahkan pihak keluarga Jupe. Ia mengunggah klip video " Selamat Jalan Jupe" ketika sang artis masih hidup. Ia mengunggahnya di YouTube pada Juli 2016 lalu.

"Kenapa ciptain? Dari berita infotainment dari A sampai Z, pemberitaan usia Jupe tinggal tujuh bulan. Dokter yang menangani dia kabarnya juga mengatakan begitu. Jadi lagu ini wujud cinta dan sayang juga, itu rasa kagum saya kepada Jupe," ucapnya.

[Baca juga: Obrolan Terakhir Jupe dengan Ruben Onsu ]

Menurut Djalal, ia sadar bahwa lagu itu sempat membuat pihak keluarga marah. Ia pun kemudian meminta maaf dan diterima oleh pihak keluarga.

"Saya minta maaf dan diterima oleh mbak Anggi. Nanti lagu itu akan dirilis kembali dalam format baru," ujarnya.

Saat berada di makam Jupe, Djalal mengaku meluapkan permintaan maafnya kepada Jupe.

[Baca juga: Detik-detik Jelang Julia Perez Meninggal Dunia ]

"Minta maaf yang paling penting karena kan kita ngerasa bersalah dan harus minta maaf," ucapnya.

"Saya merasa kehilangan. Semoga mbak Jupe diampuni dosa-dosanya, diberikan tempat yang layak di sisinya, khusnul khotimah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Julia Perez meninggal dunia akibat kanker serviks pada Sabtu (10/6/2017) pukul 11.12 WIB.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X