BNN: Ammar Zoni Memerlukan Rehabilitasi

Kompas.com - 14/07/2017, 18:51 WIB
Ammar Zoni usai tes assessment di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (14/7/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAmmar Zoni usai tes assessment di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (14/7/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko menyampaikan bahwa berdasarkan tes assessment selama dua hari, disimpulkan bahwa artis peran Ammar Zoni memerlukan rehabilitasi.

"Dari aspek medis dan psikososialnya memang yang bersangkutan (Ammar) membutuhkan pihak ketiga (rehabilitasi) untuk proses penyembuhannya," kata Sulit dalam wawancara di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (14/7/2017) sore.

Hal ini ikut dibenarkan oleh dua anggota tim assessor Kombes Sutarso dan dokter Yosi Eka Putri.

"Tidak hanya pemeriksaan wawancara tapi juga fisik dan pemeriksaan penunjang untuk tahu tingkat penggunaannya. Sejauh ini kesimpulannya Ammar membutuhkan penangan lebih lanjut. Selebihnya kami serahkan ke penyidik untuk menjalankan rekomendasi yang telah kami berikan," kata Yosi.

Namun, Sutarso menambahkan bahwa pernyataan itu hanyalah kesimpulan, bukan hasil keseluruhan dari tes assessment. Pihaknya tak berwenang menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut, melainkan penyidik Polres Metro Jakarta Pusat.

"Nanti hasilnya akan disampaikan penyidik. Tapi dari pemeriksaan medis, yang bersangkutan memang memerlukan untuk perawatan medis maupun psiko sosialnya. Ada indikatornya bahwa yang bersangkutan membutuhkan perawatan itu. Soal direhab di mana dan kapan itu kewenangan penyidik," kata Sutarso.

Sementara tim kuasa hukum Ammar berharap kliennya direhabilitasi agar bisa sembuh total dari ketergantungan narkoba.

"Hasilnya Ammar layak untuk direhabilitasi. Intinya Ammar bisa sembuh normal, baik secara fisik atau psikis, dan bisa beraktivitas seperti sediakala bermain sinetron ya itu," kata kuasa hukum Ammar, Aulia Fahmi.

Sebelumnya, Ammar Zoni bersama dua asistennya diciduk oleh polisi di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (7/7/2017), karena kepemilikan ganja kering seberat 39,1 gram.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X