Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Disebut Lahirkan Genre Baru

Kompas.com - 25/09/2017, 19:54 WIB
Salah satu adegan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. CinesuryaSalah satu adegan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak mencetuskan genre baru dalam dunia perfilman. Portal berita asal Amerika Serikat, variety.com, menyebut film arahan sutradara Mouly Surya ini bergenre Satay Western.

"Kalau soal genre satay western ini memang di google enggak ada. Karena memang sebelum Marlina, belum ada istilahnya. Dari Variety bilang Marlina ini mempionirkan genre baru," kata Mouly dalam peluncuran poster film Marlina di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore.

Sutradara film fiksi ini menjelaskan bahwa sebutan satay western itu kemungkinan berdasarkan genre film-film cowboy garapan sineas Italia yang dikenal sebagai spagheti western.

"Film western, film cowboy model-model Jango segala macam itu kan asalnya Amerika. Terus ada yang membuat spagheti western, maksudnya dibuat oleh orang-orang Italia. Spageti karena makanan Italia," ujar Mouly.

"Nah, film Marlina ini membuat film western, tapi Indonesia. Dan Maggie Lee dari Variety  mungkin cari-cari makanan apa ya dari Indonesia. Jadinya sate he he he," katanya lagi.

Sebagai informasi, kritikus film bernama Maggie Lee lewat ulasannya tentang film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dalam variety.com menyebutnya sebagai satay western.

[Baca juga: Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Akhirnya Pulang Kampung ]

"Indonesian director Mouly Surya pioneers a new genre — call it the Satay Western — with this female-driven journey of vengeance and justice. At the age of 36, Indonesian director-writer Mouly Surya has made the first Satay Western, and a flamingly feminist one at that," tulis Lee dalam artikelnya tertanggal 26 Mei 2017.  

[Baca juga: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dipuji di Toronto ]

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya.

[Baca juga: Marlina the Murderer in Four Acts Akan Diputar TIFF 2017 ]

Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi. Proyek ini merupakan hasil kerjasama Cinesurya dengan Kaninga Pictures, Sasha & Co. Production (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), Hooq Originals (Singapura), dan Purin Pictures (Thailand).

Marlina mendapatkan dukungan dari dua kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Perancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X