Lonceng Ibu dalam Film Pengabdi Setan Menyimpan Cerita

Kompas.com - 28/09/2017, 17:48 WIB
Sutradara Joko Anwar berpose dalam sesi foto seusai wawancara di Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/9/2017). Joko Anwar menyutradarai film Pengabdi Setan, yang mulai diputar di jaringan gedung bioskop pada Kamis (28/9/2017). Film Pengabdi Setan itu merupakan  hasil garapan ulang dari film berjudul sama yang dirilis pada 1980. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSutradara Joko Anwar berpose dalam sesi foto seusai wawancara di Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/9/2017). Joko Anwar menyutradarai film Pengabdi Setan, yang mulai diputar di jaringan gedung bioskop pada Kamis (28/9/2017). Film Pengabdi Setan itu merupakan hasil garapan ulang dari film berjudul sama yang dirilis pada 1980.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Properti berupa lonceng yang menjadi benda ikonik dalam film Pengabdi Setan, yang disutradarai oleh Joko Anwar, menyimpan cerita.

Joko mengungkapkan bahwa lonceng yang digunakan oleh tokoh Ibu dalam film itu ternyata sudah berusia dua abad lebih.

"Lonceng ini properti yang tua yang kami pakai shooting. Barangnya dari (tahun) 1800-an akhir, katanya," ucap Joko ketika berbincang dengan Kompas.com di kantor Rapi Films, Jakarta Pusat, Kamis (28/9/2017).

Baca juga: Joko Anwar Jamin Adrenalin Penonton Pengabdi Setan Bakal Mengucur Deras

Seseorang yang tak ia sebut namanya memberinya lonceng itu beberapa waktu lalu. Kini, barang antik tersebut Joko simpan baik-baik.

"Kami nyari, terus ada yang kasih. Sekarang disimpen karena takut hilang karena antik he he he," ujarnya.

Namun, menoleh ke belakang, dalam film aslinya yang berjudul sama dan diproduksi pada 1980, sama sekali tidak ada properti lonceng.

Baca juga: Joko Anwar Pernah Menangis Gara-gara Pengabdi Setan

Joko mengaku ia sengaja menggunakan lonceng karena satu alasan.  

"Nenekku dulu pernah sakit lama banget. Dia dulu kalau perlu apa-apa pakai lonceng. Nah, itu membekas di kepalaku. Jadi, (lonceng) itu aku taruh. Sekarang kan (memencet) bel, kalau dulu kan (membunyikan) lonceng," ucap Joko.

Pengabdi Setan versi Joko Anwar merupakan hasil penggarapan ulang film arahan sutradara Sisworo Gautama Putra.

Baca juga: Joko Anwar Andalkan Ini untuk Film Pengabdi Setan

Film tersebut mulai dipertontonkan di jaringan gedung bioskop Tanah Air pada 28 September 2017.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X