Isyana Sarasvati Girang Jadi Nomine Best Southeast Asia Act MTV EMA

Kompas.com - 05/10/2017, 16:13 WIB
Pencipta lagu soundtrack film Critical Eleven, Isyana Sarasvati berpose saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (9/5/2017). Film Critical Eleven diangkat dari novel karya Ika Natassa. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPencipta lagu soundtrack film Critical Eleven, Isyana Sarasvati berpose saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (9/5/2017). Film Critical Eleven diangkat dari novel karya Ika Natassa. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis Isyana Sarasvati menjadi salah satu nomine kategori Best Southeast Asia Act MTV Eurupean Music Awards (EMA) 2017.

Isyana mengikuti jejak beberapa artis musik Indonesia yang pernah masuk nominasi kategori yang sama beberapa tahun lalu. Mereka adalah  Agnez Mo, NOAH, Afgansyah Reza, dan Raisa.

Berdasarkan laman resmi MTV EMA, mtvema.com, Isyana bersaing dengan musisi-musisi dari lima negara tetangga.

Mereka adalah Faizal Tahir (Malaysia), Dam Vinh Hung (Vietnam), James Reid (Philippines), Palitchoke Ayanaputra (Thailand), Slot Machine (Thailand), dan The Sam Willows (Singapore).

Isyana lewat akun Instagram-nya, @isyanasarasvati, mengutarakan kegembiraannya bisa mewakili Indonesia di salah satu penghargaan musik bergengsi dunia itu.

"Great news to all my loyal listeners! I am excited to let you know that I've been nominated for Best Southeast Asia Act at the#MTVEMA 2017! Sooo overwhelmed to be representing Indonesia in such a prestigious event," tulis Isyana seperti yang dikutip kompas.com, Kamis (5/10/2017).

Pelantun "Mimpi" itu kemudian mengucap terima kasih untuk semua pihak yang mendukungnya hingga ia bisa masuk ke dalam jajaran nomine tersebut.

Isyana juga meminta dukungan berupa voting kepada para penikmat musik.

"Thank you to each and every one of you for all the support you've given me and for allowing me a chance at making Indonesia proud! You can vote for me starting from today at www.mtvema.com , It would mean everything if you did Once again thank you @mtvema, see you there and wish me luck guys!!" tulis Isyana.


MTV EMA 2017 akan berlangsung di The SSE Arena, Wembley, London, Inggris, pada 12 November mendatang dan dipandu oleh Rita Ora.

[Baca juga: Musik Membantu Isyana Berekspresi ]

MTV EMA telah mengumumkam secara resmi daftar nominasinya, Rabu (4/10/2017) kemarin. Dari belasan kategori yang ada, penyanyi Taylor Swift mendapatkan nominasi terbanyak, yakni enam kategori. Di bawahnya, ada penyanyi Shawn Mendes yang meraih lima nominasi.

[Baca juga: Isyana Sarasvati Bakal Galau kalau Kurang Makan ]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X