Cerita Nadine Chandrawinata Tersasar di Gunung Carstensz

Kompas.com - 25/10/2017, 17:10 WIB
Artis peran, Nadine Chandrawinata saat pemotretan dalam rangka promo film Negeri Dongeng di redaksi KOMPAS.com, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Negeri Dongeng adalah film documentary creative yang diangkat dari kisah nyata tentang perjalanan pendakian ke-7 puncak gunung tertinggi di Indonesia oleh 6 film maker muda Indonesia yang tergabung dalam Aksa7 dan guest expeditors. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOArtis peran, Nadine Chandrawinata saat pemotretan dalam rangka promo film Negeri Dongeng di redaksi KOMPAS.com, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Negeri Dongeng adalah film documentary creative yang diangkat dari kisah nyata tentang perjalanan pendakian ke-7 puncak gunung tertinggi di Indonesia oleh 6 film maker muda Indonesia yang tergabung dalam Aksa7 dan guest expeditors. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada pengalaman yang takkan dilupakan oleh artis peran Nadine Chandrawinata selama mendaki Gunung Carstensz, Papua pada April 2016 lalu.

Puteri Indonesia 2005 itu mengaku tersasar dan kehilangan jejak rekan-rekan timnya ketika hendak turun gunung. Perjalanan itu dilakukan Nadine untuk keperluan proses shooting film dokumenter Negeri Dongeng yang disutradarai oleh Anggi Frisca.

Saat itu, posisi Nadine berada di tengah-tengah di antara rombongan. Ia seorang diri. Setengah rombongan berada di depan, sedangkan rombongan lainnya berada di belakang Nadine.

"Aku ikut depan, tapi nungguin yang belakang. Jadi jalannya antara cepat enggak cepat," ujar Nadine saat berbincang di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

"Ternyata (rombongan) belakang salah. Itu ada satu jam aku jalan sendiri, teriak depan dan belakang enggak kedengaran. Gue takut banget," sambung dia.

[Baca juga : Biasa di Laut, Nadine Chandrawinata Mendaki Gunung Carstensz]

Apalagi yang membuat Nadine merasa cemas, di lokasi itu Nadine sempat terpleset dalam perjalanan mendaki. Ia merasa sendirian di tengah ketakutan.

Beruntung berkat pelatihan selama dua bulan sebelum berangkat, Nadine mengingat sesuatu. Dari pelatihan itu, kata Nadine, jika terjadi pecah rombongan dan tersesat, langkah yang harus diambil adalah melihat jejak kaki manusia di sekitar.

"Orang kalau kepepet pasti akan gunakan otak kanan dan otak kiri untuk bertahan. Aku lalu perhatiin jejak langkah. Enggak tahu benar atau salah. Navigasi juga agak kacau, walau enggak semua. Aku patokannya jejak itu," ujar dia.

"Belakang salah jalan, depan mengira aku ikut belakang. Itu pelajarannya sih kalau kita menjalani hidup, jangan sampai lupa sama sekeliling kita," sambung dia.

[Baca juga : Nadine Chandrawinata Sempat Putus Asa Mendaki Gunung Carstensz]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X