Nikita Willy Pernah Susah Tidur karena Ketakutan

Kompas.com - 01/11/2017, 18:58 WIB
Nikita Willy berpose di kantor redaksi Kompas.com di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film horor Gasing Tengkorak yang merupakan garap rumah produkai Dee Company & MD Pictures. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanNikita Willy berpose di kantor redaksi Kompas.com di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film horor Gasing Tengkorak yang merupakan garap rumah produkai Dee Company & MD Pictures.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Nikita Willy (23) mengaku takut akan hal-hal mistis. Selain itu, dia juga takut menonton film horor.

"Aku orangnya penakut banget," ujar Nikita saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rab (1/11/2017).

Suatu kali bintang sinetron seri Safa dan Marwah itu menonton film horor The Conjuring yang dirilis pada 2013 lalu. Sesudahnya, Nikita mengaku masih terbayang akan keseraman film horor tersebut. Bahkan ia merasa susah tidur selama beberapa hari.

"Habis nonton itu aku tidur ditemani sama asisten aku tiga hari. Enggak bisa sendiri di kamar. Kan waktu nonton The Conjuring yang pertama ada adegan hantu di atas lemari, aku lihat lemari kamar aku kayak ada hantunya. Benar-benar penakut," ucapnya.

Baca juga : Bermodal Olahraga Boxing, Nikita Willy Ingin Coba Film Action

Namun, Nikita tidak ingin 'memelihara' rasa takutnya hingga berlarut-larut. Dia melawan rasa takutnya hingga berbalik menjadi keranjingan menonton film horor.

"Aku sekarang malah jadi pencinta film horor," ucap dia.

Usai mengatasi rasa takutnya, kini Nikita mendapatkan sebuah peran sebagai bintang utama film horor Gasing Tengkorak.

Ia berperan sebagai Veronica, seorang diva papan atas yang merasa penat dengan pekerjaannya. Veronica memilih untuk menyendiri di sebuah vila.

Baca juga : Nikita Willy Tanpa Pemeran Pengganti dalam Gasing Tengkorak

 

Tak disangka teror demi teror terjadi di vila tersebut. Sebuah permainan berupa gasing tengkorak menjadi penyebabnya.

"Aku sebagai pencinta film horor berbahagia. Apalagi aku diberi kesempatan main film horor dan semoga bisa menghibur," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X