Eross: Sejak Awal Musik Sheila On 7 Tidak Egois

Kompas.com - 31/01/2018, 16:32 WIB
Band Sheila on 7 tampil dalam program Selebrasi (Selebritas Beraksi) yang digelar Kompas.com Entertainment di Coffeewar, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018). KOMPAS.COM/ATI KAMILBand Sheila on 7 tampil dalam program Selebrasi (Selebritas Beraksi) yang digelar Kompas.com Entertainment di Coffeewar, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan single terbaru, " Film Favorit", band Sheila On 7 mengangkat sesuatu yang akrab dalam kehidupan sehari-hari di masa kini.

Bila pada 2006, Sheila On 7 berbicara tentang radio dengan lagu "Radio", kini mereka menjadikan film sebagai inspirasi lagu. Pencipta lagu "Film Favorit", Eross Candra menjelaskan alasannya memilih film sebagai tema single tersebut.

"Karena memang dari pertama kami memang musiknya bukan musik yang egois, jadi gimana caranya sebanyak mungkin orang bisa merasakan apa yang kami mainkan, dari lirik, musik," kata Eross dalam program Selebrasi, Selebritas Beraksi, yang digelar Kompas.com Entertainment di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).

Eross dan kawan-kawan meracik hal yang dianggap biasa menjadi sesuatu yang tidak pasaran, sehingga menghasilkan karya seni yang menarik.

"Jadi kadang kami membicarakan hal yang common tapi dengan cara yang lebih elegan, ataupun dengan sudut pandang yang berbeda, itu akan jadi sesuatu yang banyak orang terkoneksi di situ tetapi tidak pasaran," tutur Eross.

"Nah itu seni yang kami lakukan di sini gitu, jadi kalau hari ini kami menangkap wah film ada hal yang bagus bisa diangkat dari film, buat dimasukan ke dalam lagu," sambungnya.

Menurut dia, film bisa membuat para banyak orang bisa terhubung dengan lagu tersebut.

"Terus kenapa dikaitkan dengan film karena saya merasa film itu dekat dengan remaja sekarang, jadi ketika kami membahas sesuatu yang berkaitan dengan film, banyak remaja yang terkoneksi dengan lagu ini," lanjutnya.

Baca juga : Sheila On 7 Ungkap Pemberi Bumbu Film Favorit

Eross mengatakan pesan yang disampaikan lewat "Film Favorit" adalah jika menginginkan sesuatu seseorang harus mengejar dengan sungguh-sungguh.

"Jadi dia kayak ngomong, oke saya akan memperjuangkan kamu seperti di film favoritmu," imbuhnya.

Baca juga : Sheila On 7 Tampil Lebih Segar di Film Favorit?

Selain itu, "Film Favorit" juga menjadi karya pertama bagi Sheila On 7 yang dilepas secara independen di bawah bendera mereka sendiri, 507 Records, setelah hampir dua dekade di major label.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X