Alasan Tessa Kaunang Berubah Pikiran soal Sandy Tumiwa

Kompas.com - 06/02/2018, 08:17 WIB
Tessa Kaunang ditemui di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGTessa Kaunang ditemui di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Tessa Kaunang mengaku bahwa sebelumnya ia sama sekali tak berniat membawa masalahnya dengan mantan suaminya, Sandy Tumiwa, ke jalur hukum.

Namun, lama-kelamaan ibu dua anak itu merasa resah karena ia merasa difitnah dan hal tersebut mulai meluas.

"Menurut kuasa hukum saya, ini udah waktu yang tepat untuk melaporkan. Justu kalau lebih lama lagi, opini publik justru semakin salah. Kami, kan, enggak mau. Kami mau ngelurusin fakta gitu loh," kata Tessa di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).

Sebagai informasi, dua pekan lalu Sandy mengklaim menggerebek rumah Tessa karena mencurigai ada pria yang sering menginap di sana.

Menanggapi itu, Tessa kemudian melaporkan Sandy ke Polda Metro Jaya, Sabtu (3/2/2018), atas tuduhan pencemaran nama baik.

Kuasa hukum Tessa, Sunan Kalijaga, menimpali bahwa tindakan dan perkataan Sandy disebut pencemaran nama baik karena Sandy diduga telah menyebarkanluaskan isu yang menurut pihaknya tak benar ke publik.

"Kenapa di sini dibilang fitnah? Dia menyatakan di hadapan orang banyak, bahkan media, bahwa klien kami itu bersama dengan kekasihnya. Faktanya, tidak ditemukan," kata Sunan.

"Jadi, ini kental sekali dugaan perbuatan tindak pidana pencemaran nama baik. Dan menggiring, membangun opini, untuk menyudutkan Tessa sehingga kami anggap perlu segera membuat laporan polisi," sambungnya.

Baca juga: Tessa Kaunang: Harus Ada Batasan untuk Sandy Tumiwa

Sunan juga menegaskan, langkah hukum yang pihaknya lakukan bukan semata ingin menggertak Sandy, tetapi sebaliknya untuk mengedukasi masyarakat.

Baca juga: Tessa Kaunang Resmi Laporkan Sandy Tumiwa ke Polisi

"Edukasi di sini diharapkan ketika seseorang merasa hak-haknya dilanggar, ada dugaan-dugaan pidana, semua warga negara Indonesia itu berhak melaporkan. Jadi bukan untuk gertak, deal-dealan, atau berdamai, enggak. Tapi lebih kepada saling mengedukasi tentang hukum," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X