Lewat Black Panther, Marvel Studios Perkenalkan Negeri Wakanda

Kompas.com - 22/02/2018, 18:49 WIB
Negeri Wakanda dalam Black Panther Disney/Marvel StudiosNegeri Wakanda dalam Black Panther


JAKARTA, KOMPAS.com - Pertama kali diperkenalkan ke dalam Marvel Cinematic Universe pada tahun 2016 lewat film Captain America: Civil War yang menceritakan kisah tentang pertarungan antar anggota Avengers melawan satu sama lain, T'Challa tampil di layar lebar tahun ini melalui film Marvel Studios Black Panther dan Avengers: Infinity War.

Ryan Coogler, sutradara dan penulis Black Panther melihat bahwa penampilan T'Challa dalam film Captain America: Civil War adalah sebuah perkenalan yang bagus.

"Saya bisa mengatakan bahwa alam semesta Captain America dan Black Panther saling terkait erat. Keduanya memiliki koneksi tentang bahan vibranium serta mengenai tentara super," ujar Coogler dalam siaran pers yang dikirim Disney kepada Kompas.com.

Black Panther menceritakan kisah tentang T'Challa (Black Panther), setelah kematian ayahnya pada insiden Captain America: Civil War. Ia kembali ke tanah airnya untuk membuktikan kelayakannya menjadi Raja Wakanda berikutnya.

Baca juga : Destinasi yang Mirip Wakanda, Kampung Halaman Black Panther

Dia harus menyatukan sekutunya dan melepaskan kekuatan penuh Black Panther untuk mengalahkan musuh demi mengamankan nasib bangsa Wakanda.

Penggambaran Wakanda, negeri yang terisolasi, bangsa Afrika yang berteknologi maju mendefinisikan cerita dan mengiringi narasi kisah T'Challa. Black Panther dimaksudkan untuk menjadi kisah penemuan jati diri T'Challa sebagai Raja dan sebagai Black Panther.

"T'Challa secara pribadi masih berduka karena kehilangan ayahnya, tapi dia juga mesti mengatasi kesiapan pada tingkat profesional. Seluruh bangsa mencermati apa yang akan dia lakukan selanjutnya."

Baca juga : Melihat Peradaban Negara Wakanda dalam Teaser Film Black Panther

Terus menerus ditekan dan terbebani dengan takdir bangsanya, T'Challa harus sukses dengan cara apapun atau dia mempertaruhkan risiko nyawa jutaan orang Wakanda.

"Senang rasanya bisa masuk ke dalam dunia Wakanda, melihat garis keturunan dan warisan Black Panther serta bertemu dengan berbagai karakter menakjubkan yang ada di sekitar T'Challa," kata sang produser, Kevin Feige.

Masih kata Feige, Black Panther akan mengenalkan karakter-karakter baru yang saling terkait, sehingga memungkinkan penonton untuk merasakan pengalaman nyata yang dimainkan oleh aktor ataupun aktris fenomenal dalam film Black Panther.

Baca juga : Sutradara Black Panther Berterima Kasih lewat Surat Terbuka



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X