Tyas Mirasih dan Tudingan Penculikan Anak

Kompas.com - 18/03/2018, 08:50 WIB
Tyas Mirasih bertemu dengan pihak Komisi Perlingungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/3/2018) untuk membahas tudingan penculikan dan eksploitasi anak. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGTyas Mirasih bertemu dengan pihak Komisi Perlingungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (16/3/2018) untuk membahas tudingan penculikan dan eksploitasi anak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama artis peran Tyas Mirasih tiba-tiba diseret ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) setelah seorang perempuan bernama Maryke Harris Pohu melaporkannya atas tuduhan penculikan anak.

Maryke menuduh pemain film Cinta Brontosaurus ini menculik cucunya, ACB (5), ketika sedang bersama Ita Saleem di kawasan perumahan Pondok Indah.

Ita merupakan ibu angkat menantunya sekaligus ibu ACB, Sisilia, yang telah meninggal dunia pada 3 September 2017 lalu. Suami Sisilia adalah anak Maryke, Billy Arifin, yang telah meninggal pada 3 September 2012 lalu.

Meryke mengaku sudah menghubungi Tyas, tetapi tidak mendapat respons. Hal inilah yang membuat Maryke akhirnya melaporkan Tyas ke KPAI.

Setelah mendalami laporan itu pihak KPAI menyatakan Tyas tidak menculik ACB. Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyatakan tuduhan Meryke kepada Tyas tidak tepat.

"Intinya pengasuhan. Jadi, sepertinya bukan soal penculikan. Kalau penculikan kan pidana, ini yang kemudian masih bisa dirembuk, karena sebenarnya isunya perdata," kata Rita di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Karena itu KPAI berusaha memfasilitasi dialog antara Tyas dengan Maryke. Kedua pihak, kata Rita, dipertemukan untuk membicarakan masa depan yang terbaik bagi ACB.

Tuduhan eksploitasi anak

Maryke juga menuduh Tyas mengeksploitasi ACB. Menurut Meryke, Tyas telah mempekerjakan ACB dengan menjadi model endorsement di akun Instagram Tyas.

"Saya enggak mau dia (Tyas) endorsement cucu saya," ujar Meryke.

Namun Tyas dengan tegas membantah tudingan itu.

"Kalau dibilang eksploitasi, salah banget," kata Tyas usai bertemu pihak KPAI, Jumat (16/3/2018).

Ia menjelaskan bahwa ACB sudah sejak dulu menerima endorsement, bahkan sejak ibunda ACB yang juga sepupunya, Sisilia, masih hidup. Tyas sering membantu ACB untuk foto produk endorsement.

"Kebetulan almarhumah itu Instagram-nya di-lock, jadi enggak bisa dibuka. Dari ACB masih kecil, saya udah bantu untuk endorse-an," kata Tyas.

Istri Raiden Soedjono ini menambahkan bahwa endorsement untuk ACB hanya berupa pemberian produk, tidak ada bayaran dari pihak yang ingin dipromosikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X