Gatot Brajamusti Gelisah Menanti Sidang Pembacaan Nota Pembelaan

Kompas.com - 17/04/2018, 19:33 WIB
Terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot saat menjalani sidang tuntutan kasus kepemilikan senjata api dan satwa langka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARITerdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot saat menjalani sidang tuntutan kasus kepemilikan senjata api dan satwa langka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.comGatot Brajamusti ditemani oleh istri serta anak laki-lakinya saat menjalani sidang kasus senjata api ilegal.

Dia menunggu giliran untuk menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi. Gatot telah dibawa menuju ruang sidang sejak pukul 16.40 WIB.

Sebelumnya, Gatot Brajamusti dituntut hukuman tiga tahun penjara, serta denda Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Tuntutan itu dibacakan mengacu atas kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar di ruang sidang kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018).

Duduk di kursi ruang sidang barisan depan, Gatot Brajamusti tampak gelisah. Dia ditemani oleh putranya yang menggunakan sweater berwarna abu.

Baca juga: Majelis Hakim Semprot JPU Kasus Senpi Gatot Brajamusti

Istrinya juga terlihat menemani Gatot Brajamusti dari luar ruang persidangan. Sesekali istrinya juga mengintip ke dalam ruang persidangan.

Gatot Brajamusti tampak tak betah berdiam diri. Sembari menunggu, sesekali guru spiritual artis Reza Artamevia ini ke luar ruang persidangan sambil mengipas-ngipas dengan menggunakan kertas.

"Panas di dalam," ucap Gatot Brajamusti.

Sebelumnya, Gatot Brajamusti dibawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tepat pukul 14.00 WIB.

Berbeda dengan tahanan lainnya, Gatot Brajamusti terlihat mengenakan kemeja batik bercorak coklat, lengkap dengan peci, celana bahan berwarna hitam, serta sepatu pantofel.

Sempat beberapa kali tertunda, kemarin tuntutan atas kasus kepemilikan senpi ilegal dan satwa liar akhirnya dibacakan jaksa.

Adapun sidang pembacaan tuntutan terhadap kasus asusila yang menjeratnya sudah selesai dilaksanakan pada dua pekan yang lalu, tepatnya pada 14 Maret 2018.

Dalam kasus tersebut, Gatot Brajamusti dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider satu tahun kurungan.

Putusan hakim menganggap Gatot Brajamusti melanggar Pasal 81 Ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.



Sumber Grid.ID
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X