Falcon Pictures Siap Berdamai dengan Penulis Naskah Asli Benyamin Biang Kerok

Kompas.com - 20/04/2018, 20:22 WIB
Syamsul Fuad, penulis cerita Benyamin Biang Kerok, di sela menunggu jadwal sidang perkara kasus dugaam pelanggaram hak cipta film tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSyamsul Fuad, penulis cerita Benyamin Biang Kerok, di sela menunggu jadwal sidang perkara kasus dugaam pelanggaram hak cipta film tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah produksi Falcon Pictures siap berdamai dengan Syamsul Fuad untuk menyelesaikan masalah hak cipta film Benyamin Biang Kerok versi baru.

Syamsul Fuad diketahui sebagai penulis naskah asli film Benyamin Biang Kerok yang dirilis pada 1972.

Namun, konsultan hukum Falcon Pictures, Lydia Wongso, mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi apabila Syamsul juga punya niat yang sama untuk menempuh jalan damai.

"Ya kami maafkanlah udah (jika Syamsul Fuad meminta maaf), enggak ada masalah kami," ujar Lydia dalam konferensi pers di kantor Falcon Pictures, Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018) sore.

Pasalnya, Falcon Pictures menganggap Syamsul salah alamat menggugat mereka soal hak cipta Benyamin Biang Kerok.

Menurut Lydia, ketika Syamsul menulis naskah untuk film Benyamin yang diproduksi pada 1972 itu, maka hak cipta cerita tersebut otomatis dipegang oleh produser atau rumah produksi film itu. Sementara, Falcon mengklaim sudah membeli hak cipta film Benyamin sejak 2010.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Penjelasan Falcon Pictures soal Hak Cipta Film Benyamin Biang Kerok

"Pak Fuad itu penulis script tahun 1972. Script yang kami buat sekarang itu kami buat sendiri. Ceritanya sudah jelas-jelas berbeda 180 derajat. Selama ini pengertian orang Falcon tidak memberi hak kepada yang nulis. Lah iya nulisnya zaman dulu," kata Lydia.

"Semua judul segala macam kami beli loh ini. Judul segala macam kami boleh mengubah. Kami sudah membeli dari sekian orang, kami pembeli terakhir. Kami mencatatkan hal tersebut di Ditjen HaKI (Hak Kekayaan Intelektual)," ujarnya lagi.

Lydia menambahkan kliennya menghormati Syamsul Fuad sebagai sineas senior dan penulis cerita asli Benyamin Biang Kerok. Karena itu, apabila dari pihak Syamsul berniat damai, mereka akan menyambut baik.

"Jadi sama sekali dari kami Falcon itu sangat menghargai dia sebagai orangtua. Tapi tidak dengan caranya seperti ini. Nanti semua orang melakukan itu. Nanti tiba-tiba entah siapa ujug-ujug ngaku pencipta, ya gimana?" kata Lydia.

Baca juga : Alasan Falcon Pictures Berkeberatan Beri Royalti Rp 25 Juta pada Syamsul Fuad

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X