Serial Anime Sailor Moon Diangkat ke Layar Lebar

Kompas.com - 21/05/2018, 19:22 WIB
Sailor Moon Toei AnimationSailor Moon

KOMPAS.com - Hingga kini Sailor Moon masih menjadi anime sekaligus manga terpopuler di Amerika Serikat dan di dunia pada umumnya. Anime ini tenar di era 1990-an.

Untuk merayakan kekopuleran Sailor Moon, Viz Media dan Fanthom Events kembali mencoba mengangkat serial anime ini ke layar lebar di AS pada musim panas tahun ini.

Rencananya akan ada dua film Sailor Moon yang bisa ditonton, yaitu Sailor Moon S The Movie dan Sailor Moon SuperS The Movie.

Sebagai informasi, Fathom Events baru-baru ini juga menggelar live-action Sailor Moon versi musikal, yakni Sailor Moon: The Musical-Le Mouvement Final. Kini mereka membawa serial ini kembali ke bioskop dengan jadwal pemutaran selama dua minggu, mulai 28 Juli 2018.

Minggu pertama pemutaran akan menampilkan film pertama dan kedua, yakni Sailor Moon R The Movie dan Sailor Moon S The Movie dengan subjudul Jepang dan Inggris.

Baca juga: Rilis Desember, Film Dragon Ball Super Pamer Poster

Pada minggu kedua, acara spesial ini menampilkan film ketiga, Sailor Moon SuperS The Movie bersama dengan judul pendek "Ami's First Love" yang belum pernah dilihat sebelumnya, dengan opsi bahasa yang juga sama.

"Sailor Moon, sang penjaga kebenaran dan cinta yang kita sayangi kembali ke layar lebar untuk acara teatrikal khusus! Setelah presentasi di bagian akhir film pertama (Sailor Moon R-The Movie), para penjaga kebenaran sekali lagi akan bersatu untuk bertempur melawan musuh (Sailor Moon S-The Movie)," tulis Fanthom Events, mendeskripsikan film baru Sailor Moon.

"Minggu kedua pertunjukan akan menampilkan film ketiga anime klasik (Sailor Moon Supers-The Movie) bersama dengan yang belum pernah dilihat di bioskop, 'Ami's First Love'. Semua cerita akan disajikan tanpa dipotong dan sesuai dengan versi asli dari Jepang, dengan terjemahan bahasa Inggris dan pertunjukan yang memiliki subjudul," lanjutnya.

Sebagai informasi bagi mereka yang belum mengenal Sailor Moon, waralaba anime ini memulai debutnya pada 1991. Lebih dari 20 tahun kemudian, Sailor Moon berdiri sebagai salah satu seri shojo paling berpengaruh yang pernah dibuat, dan mempopulerkan sub-genre gadis ajaib dengan penggemar di seluruh dunia.

Serial ini menceritakan tentang Usagi Tsukino sebagai gadis ceroboh yang bisa berubah menjadi pembela kebenaran dan cinta, Sailor Moon. Usagi bersama para Sailor yang mewakili berbagai planet berusaha menjaga dunia dari serangan musuh.

Baca juga: Eiichiro Oda Bocorkan Rahasianya Menciptakan Banyak Karakter One Piece



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X