Kisah Rano Karno dan Film "Si Doel Anak Betawi" 1973...

Kompas.com - 02/08/2018, 17:03 WIB
Kompas TV Masih ingat dengan pemeran Atun dan Mandra di film Si Doel Anak Sekolahan? Nah, keduanya bakalan kembali menghiasi layar bioskop lho.

Film berikutnya adalah "Tabah Sampai Akhir" produksi Safari Sinar Shakti Film.

Bayaran Rp 500.000 dan "dijaga" ayahnya

Masih dari Kompas, 15 September 1973, ayah Rano, bintang film kawakan Soekarno M Noor mengatakan, putra ketiganya memang menunjukkan bakat akting yang lebih besar dibandingkan saudara-saudaranya.

Menurut Soekarno, Rano seringkali merebut dan ingin membaca lebih dulu jika ia membawa pulang skenario film yang diperankannya.

Saat duduk di bangku SD Van Lith, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sandiwara sekolah.

Setelah Rano tenar karena membintangi sejumlah film, terutama Si Doel Anak Betawi, ia selalu memberikan pesan kepada anaknya.

"Kamu hanya bintang film kalau di hadapan kamera. Sesudah itu, kamu biasa saa. Kalau ketenaran terlampau cepat, Rano bisa membawa akibat buruk bagi jiwanya. Saya tak mau Rano merasa lebih hebat dari kawan-kawannya," kata Sukarno M Noor.

Dari film Si Doel Anak Betawi, Rano mendapatkan bayaran Rp 500.000. Angka ini tergolong besar, karena dalam film-film sebelumnya ia hanya dibayar beberapa ribu rupiah.

Meski demikian, ayah Rano membatasi anaknya agar tidak boros. Setiap hari, saat ke sekolah, ia hanya dibekali jajan Rp 50, dan berangkat sekolah dengan menaiki bus.

Lalu, apa yang dibeli Rano kecil dari penghasilannya main film? Rano menjawab, ia membeli sebuah sepeda balap seharga Rp 30.000. Memiliki sepeda balap menjadi impiannya sejak lama.

Sosok Rano Karno memang lekat dengan "Si Doel".

Kini, setelah bertahun-tahun lalu memerankan Doel dalam Si Doel Anak Sekolahan, publik bisa kembali menyaksikan romantika si Doel bersama Sarah dan Zaenab dalam "Si Doel The Movie".

Selamat bernostalgia!

 

 

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X