Terinspirasi Putrinya, Glenn Alinskie Bikin Mobile Game - Kompas.com

Terinspirasi Putrinya, Glenn Alinskie Bikin Mobile Game

Kompas.com - 10/08/2018, 12:03 WIB
Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia berfoto bersama anak mereka, Bridget Natusha Olivia Alinskie. Mereka meluncurkan mobile game Sweet Dream Natusha, yang dimainkan dengan sistem-sistem operasi Android dan iOs.Dok Pribadi Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia berfoto bersama anak mereka, Bridget Natusha Olivia Alinskie. Mereka meluncurkan mobile game Sweet Dream Natusha, yang dimainkan dengan sistem-sistem operasi Android dan iOs.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Glenn Alinskie (29) membuat mobile game yang terinspirasi dari anaknya, Bridget Nastusha Olivia Alinskie. Game itu bernama Sweet Dream Natusha.

"Sebenarnya game Sweet Dream Nastusha ini terinspirasi dari Nastusha sih," ujar Glenn melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Kompas.com, Jumat (10/8/2018).

Game dengan genre action itu bermula dari keresahan Glenn dan istrinya, artis peran Chelsea Olivia, ketika Natusha tidur pada malam hari.

"Jadi keinginan untuk melindungi anak sewaktu tidur. Saat tidur kan biasanya ada aja yang gangguin. Kayak ada nyamuk atau doggy yang mau ngajak main. Di sini ada pelindungnya. Nah, di sini pelindungnya adalah gajah," tutur Glenn.

Baca juga: Chelsea Olivia: Glenn Alinskie Juga Perlu Dimanjakan

Game tersebut berjalan dengan sistem-sistem operasi Android dan iOs.

"Mainannya enggak ribet, jadi kapan pun kita bisa main. Misalnya dalam keadaan macet kita masih bisa mainin. Tapi posisinya kita sebagai penumpang bukan yang nyetir. Atau naik kereta, naik bis, pokoknya dalam keadaan santai lah," sambungnya.

Glenn mewujudkan idenya menjadi game karena ia penyuka game.

Baca juga: Anak Panggil Glenn Alinskie Daddy, Chelsea Olivia Kesal

Meski ide itu datang darinya, Glenn Alinskie tidak bisa membuatnya sendiri, karena ia tak menguasai teknologinya.

Untuk segi tersebut, ia menggandeng tim pembuat game dari Singapura. Tim tersebut mampu menyelesaikan game tersebut dalam empat bulan.

"Aku ada tim di Singapura sama kakak saya. Kakak saya dulu memang kerja di perusahaan game. Terus dari situ kakak saya bikin perusahaan game juga, terus sudah diakusisi perusahaan luar dan sekarang kita bikin perusahaan bareng. Kebetulan kakak saya itu seorang arsitek game," ujarnya.


Close Ads X