Peter Berg: Iko Uwais adalah Alasan Saya Membuat Film Mile 22

Kompas.com - 17/08/2018, 12:17 WIB
Artis peran laga Indonesia Iko Uwais berpose dengan gerakan pencak silat ketika menghadiri pemutaran perdana film Mile 22 di Fox Theater, Westwood Village, Westwood, California, pada Kamis (9/8/2018) waktu setempat. AFPArtis peran laga Indonesia Iko Uwais berpose dengan gerakan pencak silat ketika menghadiri pemutaran perdana film Mile 22 di Fox Theater, Westwood Village, Westwood, California, pada Kamis (9/8/2018) waktu setempat.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sutradara Mile 22, Peter Berg, mengungkap bahwa alasan utamanya membuat film itu adalah karena Iko Uwais. Hal itu ia sampaikan dalam video yang diunggah akun Rotten Tomatoes, @RottenTomatoes.

"Iko adalah alasan mengapa saya ingin membuat Mile 22. Saya ingin membuat film dengan Iko," ucap Berg, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (17/8/2018).

Sutradara film Battleship ini mengaku sebagai penggemar berat film The Raid dan The Raid 2 besutan Gareth Evans. Dalam dua layar lebar itu, Iko bermain menjadi bintang utamanya.

"Saya pikir apa yang Gareth Evans lakukan bersama Iko dan dengan film itu secara umum, sangat luar biasa, sangat unik, membuatku antusias," kata Perg.

Baca juga: Produser Film Terminator Gagal Gandeng Iko Uwais Bintangi Foxtrot Six

 

 

"#IkoUwais was the whole reason why I wanted to make #Mile22" - Director #PeterBerg

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rotten Tomatoes (@rottentomatoes) pada 16 Agu 2018 jam 4:25 PDT

Satu hal yang ia kagumi dari Iko adalah kemampuan bela diri suami penyanyi Audy Item itu, juga bagaimana Iko melakukan semua adegan laganya sendiri tanpa pemeran pengganti.

"Seperti yang dilakukan Bruce Lee dan Jackie Chan dan itu yang dilakukan Iko. Untuk bisa memiliki kemewahan seorang pria dengan bakat seperti itu, melakukan semua adegannya, membuat koreografi untuk semua adegan laganya sendiri, saya mengambilnya," ucap Berg.

"Dan menunjukkan padanya apa yang saya suka dan melibatkannya ke dalam film-film saya yang membicarakan semacam hyperrealism (sesuatu yang seperti aslinya) dan bukan fantasi, tetap nyata, kebrutalan yang nyata. Itulah filosofi Mile 22," sambungnya.

Menurut Berg, Iko dan adegan laganya bisa mewakili itu. "Iko dan bagian-bagian laga adalah sesuatu yang kami inginkan nyata, kami ingin seperti Iko adalah nyata," ujar Berg.

Baca juga: Joe Taslim: Iko Uwais Sudah Sumbangkan Emas untuk Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X