Rhoma Irama Bangga Mendiang Ayahnya Seorang Pejuang Republik Indonesia

Kompas.com - 18/08/2018, 20:42 WIB
Rhoma Irama saat ditemui usai tampil dalam Konser Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/8/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIARhoma Irama saat ditemui usai tampil dalam Konser Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja Dangdut Rhoma Irama punya kenangan istimewa setiap tanggal 17 Agustus tiba.

Baginya, hari kemerdekaan adalah momen untuk mengingat kembali sosok ayahnya yang merupakan seorang pejuang.

Ketika ditemui usai tampil dalam Konser Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (18/8/2018), Rhoma Irama mengaku bangga, karena ayahnya turut andil dalam perang mempertahankan kemerdekaan dari penjajah.

"Beliau seorang komandan dari detasemen Garuda Putih, ikut berjuang memerdekakan bangsa ini," ucap Rhoma mengenang sang ayah.

Baca juga: Ikut Konser Kemerdekaan, Rhoma Irama Goyang Pantai Carnaval Ancol

Diketahui mendiang ayah Rhoma Irama adalah Raden Irama Burdah Anggawirya, yang akrab disapa Kapten Burdah.

Ia berjasa dalam memimpin detasemen Garuda Putih menghalau serangan pasukan agresi militer Belanda di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Juli 1947.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kapten Burdah itu yang menghancurkan tank mini Belanda di Tasik. Tank itu namanya dingo," kata Rhoma.

Menurut Rhoma, kini tank tersebut telah disimpan di museum TNI wilayah Jawa Barat. Musisi berusia 71 tahun ini menambahkan, bahwa tank tersebut berhasil ditemukan dan diperbaiki oleh pihak TNI setelah berpuluh-puluh tahun tertimbun di dalam tanah.

"Waktu itu seorang perwira dari (Kodam) Siliwangi, minta saya setir itu, ke museum AD," ujar Rhoma.

Seperti yang tertera dalam buku berjudul "Jenderal Tanpa Angkatan" karya Ramadhan KH, Iskandar Chotop dan Feris Yuarsa (2011), Rhoma mengungkapkan salah satu saksi hidup yang masih ada adalah Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjuki Nalapraya, yang juga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987.

Kala itu Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjuki Nalapraya adalah salah satu anggota pasukan detasemen Garuda Putih yang berjumlah 80 orang.

"Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjuki Nalapraya dulu gendong-gendong saya, wktu saya masih kecil. Beliau saksi sejarah di Tasikmalaya itu, ayah saya ikut membela bangsa ini," tutur Rhoma Irama.

Baca juga: Rhoma Irama Ikut Lomba Makan Kerupuk Jumbo di Ancol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.