Jerat Narkoba Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih

Kompas.com - 05/09/2018, 09:46 WIB
Dhawiya Zaida saat menunggu jadwal sidang kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018) siang. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDhawiya Zaida saat menunggu jadwal sidang kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018) siang.

Ditinggal kuasa hukum

Di tengah proses hukum Dhawiya, kuasa hukumnya Zecky Alatas malah mengundurkan diri. Zecky juga merupakan kakak ipar Dhawiya.

Saat ditemui di kediamannya di Jalan Wedana, Jakarta Timur, Kamis (14/6/2018), Zecky menjelaskan meskipun dia memiliki hubungan keluarga, komunikasinya dengan ibunda Dhawiya, Elvy Sukaesih, tidak terjalin baik.

"Dengan pertimbangan bahwa saat ini sudah tidak ada komunikasi baik antara saya sebagai lawyer dengan orangtua klien saya," paparnya.

Menurut Zecky, selama ini ia selalu membantu Dhawiyah cs saat menghadapi proses hukum untuk kasusnya.

Namun, menurut dia, ada pihak dalam keluarga yang tidak lagi sejalan dengan dirinya dalam menangani kasus yang dihadapi keluarga Elvy tersebut.

"Tetapi untuk keluarga tidak sepaham dengan saya sebagai lawyer. Saya menjalankan profesi sebagai profesi lawyer. Kita enggak bisa diinterfensi dan diarahkan," kata Zecky.

Dituntut 2 tahun rehabilitasi

Meski begitu, proses hukum terhadap Dhawiya tak terhambat. Kuasa hukumnya pun berganti menjadi Reyno Yohanes Romein yang mendampingin Dhawiya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Setelah pemeriksaan saksi-saksi, jaksa penuntut umum (JPU) kemudian mengajukan tuntutan dua tahun rehabilitasi terhadap Dhawiya.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dhawiya Binti Zaidun Zeidh selama dua tahun pidana. Pidana tersebut dijalani di rumah sakit ketergantungan obat RSKO Cibubur Jakarta Timur," kata Jaksa Lena di ruang sidang.

JPU menilai Dhawiya terbukti bersalah dan melakukan tindak pidana Narkotika golongan 1 bagi diri sendiri. Tuntutan tersebut berdasarkan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"(Pidana itu) dikurangi selama masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa," ucap jaksa. 

Sementara untuk Pasal 114 mengenai pengedar narkotika dan Pasal 112 tentang memiliki narkotika lebih dari 5 gram dianggap tidak dapat menjerat Dhawiya. 

Sebab, dari tangan Dhawiya, kekasihnya Muhammad, dan kakak laki-laki serta iparnya, polisi menyita dua klip plastik berisi sabu seberat 0,38 gram dan 0,49 gram. Selain itu, ada pula sabu seberat 0,45 gram dalam dompet silver milik Dhawiya.

"Pasal 114 dan 112 tidak terpenuhi dan tidak terbukti, maka harus dibebaskan atas dakwaan primer," kata jaksa. 

Tuntutan yang sama juga dikenakan terhadap kekasih Dhawiya, Muhammad.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X