Amen, Wujud Rasa Syukur dan Optimistis Rich Brian

Kompas.com - 18/10/2018, 11:05 WIB
Rich Brian tampil di Bonnaroo Music and Arts Festival di Manchester, Tennessee, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2018. AMY HARRIS/INVISION/APRich Brian tampil di Bonnaroo Music and Arts Festival di Manchester, Tennessee, Amerika Serikat, pada 10 Juni 2018.

Hampir semua lagu ditulis dan digubah sendiri oleh Brian. Ia juga bertindak sebagai produser bersama Cubeatz, Rogét Chahayed, dan Wesley Singerman.

Kepada XXL Magazine, Brian mengaku baru mulai belajar memproduseri musik sekitar setahun yang lalu.

"Membuat musik sudah menjadi hal yang alami bagiku, karena bisa menemukan ide baru dan menulisnya. Saya melakukannya hampir setiap hari," katanya.

Baca juga: Rich Brian Awalnya Tak Direstui Berkarier di Amerika Serikat

Personal

Melalui lirik-lirik lagu dalam album Amen, Brian banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya, suasana hati, pengalamannya sebagai orang Indonesia yang berkarier di AS, serta ketenaran.

"Album ini tentang bersyukur dan jangan pernah menganggap remeh sesuatu. Jadi dalam proyek ini saya berbicara banyak tentang (perjalananku) dari Indonesia datang ke Amerika dan banyak pengalaman hidup baru di proyek ini," kata Brian.

Setiap hal kecil yang Brian alami ia coba tuangkan dalam lirik lagu-lagunya. Brian suka bernostalgia, mengingat momen-momen penting dalam hidupnya, lalu memasukkan itu semua ke dalam musiknya.

Baca juga: Rich Brian Terinspirasi Joe Taslim

"Saya selalu suka dengan lagu-lagu yang liriknya mengandung momen kehidupan, di mana orang-orang hanya berbicara tentang hidup mereka dengan cerita-cerita yang sangat unik dan hidup. Saya pun mencoba melakukan itu untuk proyek (album) ini," ucap Brian.

Misalnya dalam lagu berjudul "Occupied", Brian bercerita tentang proses mencari dan menemukan jati dirinya dalam bermusik.

Di situ, secara tersirat Brian mengatakan bahwa awalnya ia merasa bingung jenis musik apa yang ingin ia buat dan merasa musiknya terlalu biasa hingga semua orang bisa membuatnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X