Dat $tick, Karya Rich Brian yang Memancing Pujian dan Kontroversi

Kompas.com - 19/10/2018, 09:38 WIB
Rapper asal Indonesia Rich Brian tampil di Bonnaroo Music and Arts Festival di Manchester, Tennessee, AS, pada 10 Juni 2018. AMY HARRIS/INVISION/APRapper asal Indonesia Rich Brian tampil di Bonnaroo Music and Arts Festival di Manchester, Tennessee, AS, pada 10 Juni 2018.

KOMPAS.com -- Sudah dua tahun berlalu sejak rapper Brian Imanuel atau Rich Brian merilis video musik "Dat $tick". Namun, sulit untuk melupakan efek yang pernah "Dat $tick" timbulkan. Dari respons positif hingga kontroversi.

Video berdurasi dua menit delapan detik itu kali pertama diunggah ke YouTube pada 22 Februari 2016 dan hingga kini sudah ditonton sebanyak 102 juta kali.

Meski tema video musiknya ala gangster dengan pistol dan botol minuman, penampilan Brian sungguh jauh dari kesan hip hop.

Brian berpakaian seperti bapak-bapak di sana, mengenakan Polo shirt merah muda dan tas pinggang. Kontras dengan wajahnya yang lugu khas remaja belasan tahun pada umumnya.

Baca juga: Rich Brian, Namanya Mendunia Setelah Video Musiknya Mengguncang Jagat Internet

Ketika itu usianya baru 16 tahun. Ekspresinya datar dan vokalnya sangat berat saat bernyanyi rap gaya drill dan bahasa Inggris yang fasih.

"Saya hanya ingin memberikan perasaan tertentu pada video itu. Saya bahkan tidak tahu dari mana kemeja Polo merah muda dan tas pinggang itu berasal, saya hanya memikirkan cara berpenampilan seperti bapak-bapak," kata Brian dikutip dari wawancaranya dalam complex.com

"Tujuannya adalah membuat orang merinding ketika melihat seseorang yang berpakaian seperti bapak-bapak bernyanyi rap. Tujuan saya adalah memberi orang perasaan tertentu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya — perasaan yang sangat langka," tambahnya.

"Dat $tick" menjadi pintu masuk atau sebuah jembatan bagi Rich Brian menuju dunia hip hop, membuatnya mendapat pengakuan sebagai penyanyi rap atau rapper.

Baca juga: Lagu Rich Brian Terpilih Jadi Soundtrack Video Game NBA 2K19

Kontroversi

Ada dua macam reaksi terhadap video musik "Dat $tick" dan nama Rich Chigga yang Brian gunakan kala itu. Salah satunya memuji, satunya lagi melayangkan kritik, menyorot kata "nigga" dalam lirik lagu "Dat $tick" serta kata Chigga yang merupakan akronim dari China-Nigga.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X