Sutradara Ungkap Alasan Tak Ada Veronica Tan di Film "A Man Called Ahok"

Kompas.com - 06/11/2018, 11:23 WIB
Daniel Mananta (kiri) berperan sebagai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam film A Man Called Ahok, karya sutradara Putrama Tuta. The United Team of ArtDaniel Mananta (kiri) berperan sebagai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam film A Man Called Ahok, karya sutradara Putrama Tuta.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Film A Man Called Ahok garapan sutradara Putrama Tuta akan tayang serentak pada 8 November mendatang.

Film yang diangkat dari buku karya Rudi Valinka ini menceritakan perjalanan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Namun, dalam film itu tidak ada sosok Veronica Tan, yang membina rumah tangga dengan Ahok dari 1997 hingga 2018.

"Kalau (tak ada sosok Veronica) itu memang dari awal saya mau fokus ke hubungan Ahok dan ayahnya," ucap sutradara Putrama Tuta usai press screening film A Man Called Ahok di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018).

Dalam film berdurasi 90 menit itu, hanya satu adegan yang menampilkan sosok yang diyakini merupakan Veronica, yakni ketika seorang perempuan berambut pendek menjenguk Ahok yang berada di balik jeruji besi.

Menurut Tuta, memasukkan kisah asmara Ahok dan Veronica dalam film dikhawatirkan justru akan membuat penonton tak langsung menangkap pesan utama film tersebut.

"Kalau masukin sosok Veronica, fokus nanti terpecah. Ini cerita soal ayah Ahok (Kim Nam) mendidik (anaknya), itu saja," ucap Tuta.

Tuta mengungkapkan, A Man Called Ahok adalah jawaban atas keinginannya untuk membuat film tentang drama keluarga tentang membesarkan anak-anak.

"Ini film tentang pentingnya keluarga pada hidup seseorang. Saya dari dulu memang mau buat film drama keluarga yang bisa menginspirasi banyak orang. Mudah-mudahan film ini bisa menghibur juga," ungkap Tuta.

Film ini dibintangi Daniel Mananta (Ahok dewasa), Denny Sumargo (Kim Nam muda), Chew Kin Wah (Kim Nam tua), Eriska Rein (ibunda Ahok muda), Jill Gladys (Vivi/adik Ahok), Sita Nursanti (ibunda Ahok tua), Donny Damara (pejabat pemerintahan Belitung Timur), dan Ferry Salim (Koh Asun).

Baca juga: NTRL Sumbang Takis untuk Soundtrack Film A Man Called Ahok

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X