Daniel Mananta Pernah Ingin Mundur dari "A Man Called Ahok"

Kompas.com - 06/11/2018, 11:58 WIB
Salah satu adegan dalam film A Man Called Ahok karya sutradara Putrama Tuta. Film ini dibintangi antara lain Daniel Mananta, Denny Sumargo, Sita Nursanti, Edward Akbar, Jill Gladys, dan Chew Kin Wah. The United Team of ArtSalah satu adegan dalam film A Man Called Ahok karya sutradara Putrama Tuta. Film ini dibintangi antara lain Daniel Mananta, Denny Sumargo, Sita Nursanti, Edward Akbar, Jill Gladys, dan Chew Kin Wah.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Presenter Daniel Mananta didapuk untuk memerankan sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam film A Man Called Ahok garapan sutradara Putrama Tuta.

Bagi Daniel, ini merupakan peran utama pertama yang ia mainkan dalam sebuah film. Daniel merasa menjadi pemeran utama bukanlah perkara mudah, apalagi ia harus bermain dengan aktor-aktor berpengalaman, seperti Donny Damara, Ferry Salim, Denny Sumargo, dan Chew Kin Wah.

"Jujur banget ini mungkin agak spiritual, gue sebenernya enggak PD (percaya diri) banget ketika hari pertama reading, gue baca skripnya, dan jujur gue lihat peran ini cukup berat, berat banget," ungkap Daniel saat ditemui usai press screening film A Man Called Ahok di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018).

Saking beratnya, Daniel mengaku bahwa ia sempat ingin mundur saat memerankan sosok Ahok.

"Gue sempat telepon manajer gue buat mundur (perankan Ahok) karena gue takut banget. Gue adalah aktor yang lemah," ucap pria berusia 37 tahun ini.

Akan tetapi, Daniel mengurungkan niat tersebut setelah terus diberi motivasi untuk terus memerankan sosok Ahok sampai proses shooting selesai.

"Tapi manajer gue bilang 'justru itu, lo dipilih jadi aktor di saat yang tepat, tapi melalui kekuatan yang diberi Tuhan saat ini. Kalau memang jalannya Tuhan, lo akan terlihat sebagai aktor hebat'. Nah setelah itu gue dapat banget confidence-nya," ucap Daniel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Daniel pun tak segan untuk melakukan riset secara terus-menerus agar bisa memahami betul karakter asli Ahok.

"Nah terus gue minta ke Pak Tuta casting sekali lagi, dan di situ gue riset banget tentang Pak Ahok. Gue nonton YouTube-nya semua. Setiap hari selama 30 hari gue benar-benar (mencoba) tiap 5 menit (sehari) jadi Pak Ahok," ucap Daniel.

"Ke mana-mana pakai kaus polo, baju dimasukkin, pakai kacamata, rambut gue miringin, kemana-mana dengerin lagu mandarin, suara gue serak-serakin, sampai akhirnya gue ngerasalah dan enggak aneh lagi untuk jadi Ahok," sambung Daniel.

Film yang diadaptasi dari buku karya Rudi Valinka dengan judul yang sama itu akan diputar pada 8 November 2018 mendatang.

Film ini bercerita tentang hubungan Ahok dengan ayahnya, Kim Nam. Mereka saling mengemukakan prinsip dan pandangan hidup sampai akhirnya Ahok terjun ke dalam dunia politik.

Baca juga: Sutradara Ungkap Alasan Tak Ada Veronica Tan di Film A Man Called Ahok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.