Happy Salma: Dana Masih Jadi Kendala Seni Pertunjukan di Indonesia

Kompas.com - 20/01/2019, 22:29 WIB
Aktris Happy Salma saat ditemui dalam jumpa pers pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA Aktris Happy Salma saat ditemui dalam jumpa pers pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Happy Salma ingin membuat pertunjukan teater dengan dana sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Happy mengaku hal itu masih sulit dilakukan karena .

"Tentu, pasti ingin sekali, karena kan pertunjukkan bisa lebih panjang. Tetapi gimana ya, biaya produksi tak bisa mengandalkan dari tiket," ucap Happy dalam jumpa pers pertunjukan teater Nyanyi Sunyi Revolusi karya Amir Hamzah di Kafe Sastra Balai Pustaka, kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2019).

Menurut Happy, partisipasi kru dan pemain yang tak menuntut bayaran mahal pun tetap tak membuat biaya produksi menjadi lebih ringan.

"Saya bisa bayar honor (kru dan pemain). Mungkin tidak bisa membayar dengan rate kalau para pemain bermain film," ucap Happy.

Meskipun demikian Happy bersyukur banyak aktor hebat Indonesia yang tetap bermain teater tanpa menuntut bayaran tinggi.

"Ya dengan tidak dibayar, 'thank you' saja itu sudah bagus sekali. Contoh Reza Rahadian itu mahal sekali atau Chelsea Islan, atau Lukman Sardi," ungkap Happy.

Berkait kendala itu, Happy berharap banyak pihak yang lebih peduli akan keberlangsungan seni pertunjukan di Indonesia.

"Ya.. memang masih harus bekerja keras, sampai sekarang saya masih dibantu oleh CSR, tapi saya senang kalau lebih banyak yang bisa bantu dan terlibat," ungkap Happy.

"Salah satunya kayak Balai Pustaka kan bagian dari BUMN juga ikut terlibat, jadi saya ingin semua BUMN juga bisa berperan aktif dalam acara-acara seperti ini," sambungnya.

Baca juga: Alasan Happy Salma Pilih Lukman Sardi Perankan Amir Hamzah dalam Nyanyi Sunyi Revolusi

 



Close Ads X