Erwin Gutawa Berharap Musik Masuk Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Kompas.com - 01/04/2019, 21:59 WIB
Komponis Erwin Gutawa saàt ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAKomponis Erwin Gutawa saàt ditemui dalam sebuah diskusi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komposer Erwin Gutawa berharap musik tak hanya sekadar menjadi industri, namun juga menjadi bagian dari sistem pendidikan di Indonesia.

Erwin menilai, musik setidaknya bisa masuk kurikulum pendidikan di Indonesia karena telah terbukti memberi banyak pembelajaran secara ilmiah dan akademis.

Ayah penyanyi Gita Gutawa ini mengatakan bahwa fungsi dan manfaat musik yang bisa membentuk karakter, rasa, emosi serta nalar seseorang adalah salah satu alasan bahwa musik layak menjadi bagian dalam pendidikan di Tanah Air.

Pendapat ini disampaikan oleh Erwin saat ditemui usai diskusi "Tumbuhkan Nalar Kritis Lewat Musik" di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Rasa Prihatin Jadi Motivasi Erwin Gutawa Bikin Sekolah Musik

"Katakanlah satu kurikulum atau silabus musik yang bagus itu sebenarnya akan membentuk manusia lebih bagus. Banyak nilai-nilai musik yang positif. Bukan hanya untuk jadi musisi tapi jadi manusia yang berimajinasi segala macam. Jadi membentuk sikap yang lebih baik," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erwin mencontohkan bahwa banyak dampak positif yang didapat dari musik ketika bidang ini dimasukan ke dalam ranah pendidikan, seperti apa yang dirasakan banyak negara yang telah menerapkan hal tersebut.

"Kalau di luar negeri musik sudah jadi itu (bagian pendidikan). Jadi sebenarnya kalau orang sudah belajar musik dari awal, dia sudah menjadi ilmuwan hebat. Rata-rata mereka kecilnya pernah mendapat pendidikan musik, Albert Einstein itu dulu belajar musik sebelum belajar fisika," ucapnya.

"Nah kesadaran itu kita belum, sistem pendidikan kita itu musik masih ditempatkan untuk mengisi waktu. Belum sejajar dengan ilmu-ilmu lainnya," sambungnya.

Komponis berusia 56 tahun ini, menambahkan bahwa ke depan akan banyak orang yang semakin memiliki karakter yang bagus lantaran mempelajari musik.

Kata Erwin, musik tak hanya mengajari orang pandai memainkan sebuah instrumen tapi lebih dari itu, mengajari sebuah proses.

"Sekarang kalau orang belajar musik, orang lama-lama kritis terhadap situasi. Tahu yang bagus, tahu keindahan tapi dengan nalar melalui sebuah proses," ucapnya.

"Akhirnya dia akan menghargai orang yang berkarya, dia akan kritis dan positif. Musik bisa membentuk nalar yang lebih baik," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.