20 Tahun Berkarya, Krishna Balagita Rilis Album Kompilasi

Kompas.com - 15/05/2019, 20:03 WIB
Krishna Balagita berpose bersama sejumlah penyanyi dalam album bertajuk 20 Tahun Berkarya Krishna Balagita di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Krishna Balagita berpose bersama sejumlah penyanyi dalam album bertajuk 20 Tahun Berkarya Krishna Balagita di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain keyboard sekaligus pencipta lagu Krishna Balagita merilis album kompilasi yang menandai 20 tahun berkarya di industri musik Indonesia.

Lewat label musik Jagonya Musik & Sport dan GMI Record, album dari mantan personel Ada Band tersebut bertajuk 20 Tahun Berkarya Krishna Balagita.

Krishna mengatakan, bahwa proyek album kompilasi ini sudah dibuat sejak satu tahun lalu.

"Memang sudah lama label musik ingin buatkan album dengan penyanyi yang banyak. Saya ikuti aja, akhirnya tahun lalu dimulai," ujar Krishna dalam jumpa pers di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Untuk lagu kompilasi ini, Krishna mengandeng para penyanyi, yakni Virzha, Olla Rosa, Judika, Sharaqueen, Anji, Yuka Tamada, Ricky Rantung, Fierza, Dudy Oris, dan Mytha Lestari.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Wali Luncurkan Album Kompilasi Melodi Cinta Ramadhan

Terkait dengan pemilihan lagu-lagunya, kata Krishna, merupakan hasil pilihan bersama dengan label musik. Lagu-lagu dipilih berdasarkan tingkat kepopulerannya sejak bergabung bersama Ada Band.

"Ada juga pemilihan lagu dari saya, cuma tim yang menentukan. Kalau untuk aransemen tiap lagu itu beda-beda, tapi jangan sampai ngalahin yang awalnya," kata dia lalu tertawa.

Album yang berisi 11 lagu tersebut adalah "Langit Tujuh Bidadari" dinyanyikan oleh Virzha, "Manusia Bodoh" oleh Olla Rosa, "Karena Wanita" oleh Judika, "Masih (Sahabatku, Kekasihku) oleh Sharaqueen, "Kau Auraku" oleh Anji, dan "Yang Terbaik Bagimu (Ayah)" oleh Yuka Tamata.

Kemudian ada juga "Haruskah Ku Mati" oleh Ricky Rantung, "Laksana Surgaku" oleh Fierza, "Ku Tak Bisa" oleh Dudy Oris, "Setengah Mati" oleh Mytha Lestari, dan "Jadikan Aku Raja" oleh Krishna Balagita.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Akan Bawakan Kompilasi Lawakannya di Hiduplah Indonesia Maya




Close Ads X