Masuk Mobil Tahanan, Atiqah Hasiholan Ikut Antarkan Ratna Sarumpaet ke Rutan Polda

Kompas.com - 11/07/2019, 18:25 WIB
Atiqah Hasiholan masuk ke dalam mobil tahanan untuk menemani ibunya yang akan kembali ke Rutan Polda Metro Jaya, usai dijatuhi vonis dua tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Cilandak, Kamis (11/7/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAAtiqah Hasiholan masuk ke dalam mobil tahanan untuk menemani ibunya yang akan kembali ke Rutan Polda Metro Jaya, usai dijatuhi vonis dua tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Cilandak, Kamis (11/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran, Atiqah Hasiholan menemani sang ibunda yang juga terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet usai divonis dua tahun penjara, Kamis (11/7/2019). 

Atiqah terlihat ikut mengantarkan Ratna kembali ke Rutan Polda Metro Jaya dengan mobil tahanan. 

Selain Atiqah, sang kakak, Ibrahim Alhady juga ikut mengantarkan Ratna dan masuk ke dalam mobil tahanan. 

Ratna divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah terbukti bersalah karena menyampaikan berita bohong atau hoaks.

Baca juga: Peluk dan Cium Atiqah Hasiholan untuk Ratna Sarumpaet usai Vonis 2 Tahun

Sebelum meninggalkan pengadilan, Ratna yang didampingi kuasa hukum dan anak-anaknya, termasuk Atiqah Hasiholan, memberikan pernyataan kepada awak media.

Atiqah mengaku kecewa atas putusan majelis hakim. Ia merasa putusan tak sesuai harapannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Atiqah bersyukur sang ibunda divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Baca juga: Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun, Atiqah Hasiholan Berusaha Tegar

"Jadi apalah ini? Harapan yang saya bangun saya yakini hilang, tetapi satu saya bersyukur enam tahun tuntutan, divonis dua tahun," ujar Atiqah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis.  

Vonis dua tahun yang dijatuhkan pada Ratna lebih rendah dari tuntutan jaksa elama enam tahun penjara.

Ratna sebelumnya dituntut enam tahun penjara oleh jaksa dan dianggap telah melanggar pasal pidana yang diatur dalam Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana soal Penyebaran Berita Bohong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.