Gigih Wiyono Bawa Kesuburan dan Kemakmuran ke Bentara Budaya Jakarta

Kompas.com - 17/07/2019, 15:12 WIB
Pameran Tunggal Seni Rupa Subur Makmur karya Gigih Wiyono Dok Bentara Budaya JakartaPameran Tunggal Seni Rupa Subur Makmur karya Gigih Wiyono
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bentara Budaya Jakarta akan menyuguhkan pameran seni rupa Subur Makmur karya Gigih Wiyono.

Pameran lukisan dan patung itu akan diresmikan pada Kamis (18/7/2019) dengan sebuah acara yang akan diadakan pada pukul 19.30 WIB oleh Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Restu Gunawan.

Publik bisa menikmati karya Gigih tersebut pada 19-27 Juli 2019, setiap hari dari pukul 10.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Dunia Warna-warni Para Penyandang Autisme di Bentara Budaya Jakarta

Subur Makmur, judul pameran itu, merupakan jargon yang dikenal oleh publik.

Subur mewakili kemampuan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang biak secara sempurna. Sementara itu, makmur berarti keadaan serba berkecukupan.

Gigih Wiyono, lengkapnya KRT Gigih Wiyono Hadinagoro, lahir dan tumbuh di daerah pertanian Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 30 Agustus 1967.

Tema kesuburan dan kemakmuran lekat pada setiap karyanya.

Baca juga: Selasa Ini Bentara Budaya Jakarta Hadirkan Wanita dan Laut

Gigih menjadi sarjana S1 Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta pada 1995.

Kemudian, pada 2008, ia menyelesaikan pendidikan pasca-sarjana di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan predikat cumlaude.

Ia mulai aktif berpameran, meski baru secara kolektif, pada 1989. Pameran tunggal pertamanya diadakan pada 1995 di STSI Surakarta.

Baca juga: Berkegiatan Lagi, Bentara Budaya Yogyakarta Sajikan Sumarah

Sebagai seniman, Gigih Wiyono juga berkolaborasi dengan para seniman dari bidang-bidang lain, antara lain pemusik-pemusik Sawung Jabo dan mendiang Harry Roesli.

Pada 2001, ia mendirikan Padepokan Seni Djayabhinangun Sukoharjo.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X