Bakal Jadi Menteri Jokowi, Ini Jejak Karier Wishnutama di Industri Televisi Nasional

Kompas.com - 21/10/2019, 17:06 WIB
Pendiri NET TV Wishnutama melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Maruf Amin. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APendiri NET TV Wishnutama melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Maruf Amin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar pendiri PT Net Mediatama Televisi (NET.), Wishnutama Kusubandio, menjadi menteri dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid 2 semangkin santer terdengar.

Siang tadi, Senin (21/10/2019), Wishnutama datang memenuhi undangan Jokowi ke Istana Negara.

Namun, hingga kini Wishnutama mengaku belum mengetahui di mana ia akan menempati jabatan  birokratis tersebut.

Ia hanya memberikan kisi-kisi bidang apa yang akan ditempati.

Baca juga: Wishnutama: Sekelas Arnold Schwarzenegger Saja Pakai Stuntman

"Kira-kira di bidang yang (sesuai) kemampuan sayalah. Ya kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu juga meningkatkan devisa. Nah, bingung kan," kata Wishnu kepada awak media.

Sepanjang kariernya, Wishnutama memang selalu berkecimpung di dunia kreatif, khususnya di bidang pertelevisian nasional.

Berikut jejak karier Wishnutama di bidang pertelevisian.

Indosiar

Wishnutama Kusubandiohttps://www.instagram.com/wishnutama/ Wishnutama Kusubandio
Karier Wishnutama di dunia pertelevisian bermula dari ketertarikannya terhadap ilmu komunikasi dan pertelevisian.

Ia menyelesaikan kuliah Liberal Arts di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat, namun lebih banyak mendapatkan ilmu komunikasi dan pertelevisian pada saat dia kuliah di Emerson College, Boston.

Wishnutama memulai kariernya sebagai Production Assistant di New England Cable News Amerika Serikat.

Ia juga pernah menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

Baca juga: Wishnutama: Via Vallen Tak Perlu Minta Maaf soal Lipsync

Pada 1994, ia pulang ke Indonesia dan bekerja di perusahaan televisi nasional, Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion.

Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Production Assistant. Kariernya berkembang menjadi Executive Producer News and Production Division dan tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager.

Beragam program kreatif ia gagas, di antaranya Pesta, Gebyar BCA, Patroli, Satu Jam Bersama, dan Saksi.

Benar saja, program-program tersebut memeroleh rating cukup tinggi di industri pertelevisian nasional.

Trans TV

Wishnutama saat bekerja di Trans TV.Tangkapan layar akun Instagram Wishnutama. Wishnutama saat bekerja di Trans TV.
Apakah Anda masih ingat sejumlah program populer yang ditayangkan di Trans TV dan Trans 7? Misalnya Extravaganza, Dunia Lain, Termehek-Mehek, Opera Van Java, On The Spot, dan Indonesia Mencari Bakat.

Program-program yang mendulang rating tinggi tersebut diproduksi oleh Wishnutama saat bekerja di Trans TV.

Ia mulai bekerja di Trans TV sejak 2001 sebagai Kepala Divisi Produksi. 

Baca juga: Cerita Wishnutama soal Pembongkaran Panggung Pembukaan Asian Games 2018

Dua tahun kemudian, kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional dan setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama atau Managing Director.

Pada saat pengambilan saham mayoritas TV7 oleh kelompok usaha Para Group pada 2006, Wishnutama ditunjuk menjadi Direktur Utama TV7. Beberapa waktu kemudian, TV7 berubah nama menjadi Trans7.

Beragam penghargaan diperoleh Wishnutama saat bekerja di Trans TV.

NET TV

Wishnutama saat bekerja di NET TV.Tangkapan layar akun Instagram Wishnutama. Wishnutama saat bekerja di NET TV.
Setelah itu, pada 2012, Konglomerat Agus Lasmono Sudwikatmono dan Wishnutama membangun sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional berita dan hiburan, PT Net Mediatama Televisi (NET.).

Saat itu Agus berkedudukan sebagai Komisaris Utama NET., sedangkan Wishnutama menjabat sebagai Presiden Direktur atau CEO.

Pada pertengahan Maret 2013, PT Net Mediatama Televisi (NET.) mengakuisisi saham kepemilikan dari PT Televisi Anak Spacetoon (Spacetoon).

Sesaat setelah akuisisi, akhirnya pada Sabtu, 18 Mei 2013, siaran Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan digantikan oleh NET. 

Baca juga: Program The Comment NET TV Pamit, Ini 6 Faktanya

Sejak awal berdirinya, Wishnutama dan tim berusaha menyajikan tayangan-tayangan kelas A, baik dari konsep hingga kualitas gambarnya.

Tak hanya itu, seragam khas karyawan NET. didesain sebaik mungkin hingga memunculkan kesan sebagai sebuah bagian dari perusahaan pertelevisian yang elegan dan profesional. 

Enam tahun mengabdi dan membesarkan nama NET., Wishnutama baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO.

Terhitung sejak 5 April 2019 suami dari artis cantik Gista Putri sudah tak lagi bertanggung jawab penuh untuk mengelola dan mengatur keseluruhan organisasi NET Mediatama.

Baca juga: Tangan Dingin Wishnutama di Balik Kemegahan Pesta Asian Games 2018



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X