Pembelaan Jefri Nichol, Menangis hingga Rindu Main Film

Kompas.com - 29/10/2019, 11:03 WIB
Artis peran Jefri Nichol menangis saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Jefri Nichol menangis saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com— Artis peran Jefri Nichol menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Jefri meminta Majelis Hakim untuk mempertimbangkan hukuman rehabilitasi rawat jalan, hingga menangis saat wartawan menanyakan orangtuanya.

Berikut rangkumannya.

1. Menangis

Air mata artis peran Jefri Nichol kembali tumpah saat awak media bertanya tentang orangtuanya.

Awalnya, Jefri mengaku merasa bersalah kepada kedua orangtuanya karena telah berurusan dengan barang haram narkoba.

Baca juga: Penuh Harap Jefri Nichol Menanti Vonis Hakim

“Pastinya ngerasa bersalah bnget. Ada di persidangan ini sudah salah sih,” ujar Jefri sesaat sebelum kembali menunggu di ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Selanjutnya wartawan menanyakan bagaimana perasaan Jefri melihat sang ibu yang merasa kecolongan saat tahu putranya menggunakan narkoba. Hal ini lantas membuat air mata Jefri tak terbendung.

Jefri yang sedari tadi terus berjalan sembari didampingi petugas kejari, sempat terhenti dan menunduk. Tangisnya pecah. Wajah Jefri yang memerah lantas ia tutupi dengan lengan dan tangannya.

Pertanyaan itu pun tak terjawab. Sembari menyeka air matanya, Jefri melemparkan senyum getir dan memilih meninggalkan wartawan dan kembali masuk ke ruang tahanan.

Seperti diketahui, Jefri menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan. Dalam setiap sidang, ibunda Jefri, Junita tampak selalu hadir demi memberi dukungan bagi putranya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X