Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Kompas.com - 10/06/2020, 07:06 WIB
Podcast Coming Home with Leila Chudori bersama Budiman Sudjatmiko LEILA S CHUDORIPodcast Coming Home with Leila Chudori bersama Budiman Sudjatmiko

Han Kang justru tidak menggambarkan tragedi Gwang Ju yang berdarah. Namun, akibat peristiwa itu pada seorang pemuda yang mencari jenazah aktivis yang tewas di atas tumpukan jenazah, seorang aktivis yang tewas, seorang penyunting, seorang tahanan, seorang ibu, dan seorang penulis.

Rentang setting tak selalu berkutat pada tahun 1980, tetapi ada beberapa bab digambarkan 10 tahun kemudian dan bagaimana peristiwa itu tetap menyisakan luka pada warga Korea.

Gaya penulisan pada bab pertama Human Acts pada bab awal menggunakan sudut pandang orang kedua, sebuah gaya yang jarang dipilih penulis umumnya, tetapi tampaknya disukai oleh sebagian penulis Indonesia.

Salah satu strategi penulisan dengan sudut pandang kedua lazimnya agar pembaca bisa merasakan apa yang dialami protagonis (meski sebetulnya sudut pandangan pertama pun bisa memberikan efek yang sama intensitasnya).

Gaya penulisan seperti ini, bagi saya, mempersempit keinginan pembaca untuk menafsir dan meluaskan imajinasi karena si pencerita sudah "mendiktekan" segala yang terjadi dan reaksi protagonis.

Untung saja bab-bab berikut Han Kang menggunakan sudut pandang pertama dan ketiga, cerita mulai terasa bergerak lebih cepat dan menarik pembaca ke dalam jagat yang diceritakan.

Bab kedua novel ini diutarakan melalui jenazah salah seorang aktivis yang terbunuh. Ketika bab-bab novel ini memasuki lima tahun, 10 tahun berikutnya, kita menemukan luka besar, kekosongan, kehilangan yang tak kunjung usai karena sama seperti hidup para orangtua yang kehilangan anak di Indonesia pada 1998. Mereka tak pernah tahu apa yang terjadi pada anak-anaknya.

Podcast yang mendiskusikan buku "Human Acts" (Mata Malam) karya Han Kang dan " Anak-anak Revolusi" kali ini adalah sebuah ingatan bagi kita bagaimana buku (atau buku-buku) mungkin tak sekejap menyulut sebuah gerakan besar atau revolusi.

Namun, hubungan antara buku dan pembacanya menghasilkan sebuah renungan, pemikiran dan titik temu yang kelak menjadi sebuah langkah pertama dari sebuah maraton yang panjang.

Simak perbincangan saya dan Budiman Sudjatmiko dalam podcast di Spotify pada tautan ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X