Gatot Brajamusti Jadi Saksi Pencocokan Senpi dan Amunisi Milik Ary Suta

Kompas.com - 25/10/2016, 18:01 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Gatot Brajamusti, diperiksa selama kurang lebih tiga jam di Resmob Polda Metro Jaya, Selasa (25/10/2016).

Pemeriksaan itu berkait pencocokan dua senjata api jenis Welther Kaliber 22 dan Glock 26 beserta amunisinya yang ditemukan di kediaman Gatot di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dengan senjata milik Ary Suta. Pasalnya, selama ini Gatot mengaku memperoleh senjata api tersebut dari Ary.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Gatot dengan tangan terborgol tampak keluar dari gedung Resmob dan dikawal oleh dua penyidik.

Ia tak menjawab sedikit pun saat ditanya perihal pemeriksaannya hari ini. Dia hanya mengaku kondisi kesehatannya baik-baik saja.

"(Kondisi?) Baik," katanya sambil mengangguk dan terus berjalan ke arah pelataran.

Sampai di sel tahanan, Gatot sempat dihampiri oleh dua pria yang langsung memeluknya dan memberinya semangat.

Gatot yang mengenakan kacamata hitam hanya tersenyum, kemudian masuk ke dalam sel tahanan.

Kepala Unit IV Subdit Reserse Mobil (Resmob) Ditreskrimum, Kompol Teuku Arsya, menjelaskan bahwa pihaknya tak melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap Gatot, melainkan dihadirkan sebagai saksi dalam pencocokan peluru dan senjata api oleh pihak Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Sementara itu, Ary Suta tak tampak hadir.

"Senpi dan amunisi yang kami temukan dari saudara Gatot Brajamusti kami bandingkan dengan senjata api yang kami temukan dari salah satu terduga yang berkaitan (AS)," kata Arsya.

"Saat ini penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari labfor sebagai bahan untuk proses pemberkasan kami. Tidak ada BAP. Yang ada hanya kami ada kegiatan bersama puslabfor di mana saudara Gatot hadir sebagai saksi," tambahnya.

Kuasa hukum Gatot, Ahmad Rifai, menambahkan bahwa ada enam jenis peluru yang dicocokkan dengan senjata dari kliennya dan AS.

"Ada enam peluru. Aa Gatot kan mendapatkan peluru dan senjata dari seseorang sehingga akan dibuktikan apakah sama dengan yang memberi. Ini bentuk klarifikasi apakah senjata itu benar dari sana dan bukan milik Gatot. Uji balistik ya," ucap Ahmad.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.