Mouly Surya Sempat Merasa Ngeri dengan Komentar Kritikus Film Cannes

Kompas.com - 12/06/2017, 21:09 WIB
Mouly Surya diwawancara sesudah konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMouly Surya diwawancara sesudah konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak arahan sutradara Mouly Surya menjadi satu-satunya film panjang dari Asia Tenggara yang terseleksi dalam Festival Cannes 2017.

Saat dijumpai di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (12/6/2017), Mouly mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan banyak respons dari para kritikus film di Cannes.

"Wah banyak sih. Tapi yang jelas saya sangat bersyukur karena mendapatkan kritik yang baik di Cannes itu sangat sulit sekali," ujar Mouly.

"Mungkin itu kenapa waktu ditanya gimana perasaannya ke Cannes, agak sulit dipahami, diungkapkan. Rasanya kayak next level di mana judgment di sana lebih berat lagi. Ketika nonton di Cannes itu, ekspektasi mereka tuh udah besar," sambungnya.

Mouly bercerita, suatu ketika ia bertemu dengan seorang kritikus film. Kritikus itu bercerita bahwa orang-orang yang tidak suka dengan film yang ditampilkan, mereka bisa saja pergi dari tempat tersebut.

"Jadi ada satu kritikus yang bilang kalau nge-boo-in film is a sport gitu. Kalau mereka enggak suka tuh di-boo," terang Mouly.

[Baca: "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" Dipuji di Cannes]

"Saya pernah nonton film apa gitu. Orang-orang tuh pada cabut, pergi banyak banget dan saya juga pernah bener-bener nonton di Cannes trus di-boo. Itu kan ngeri sekali ya," lanjutnya.

Mouly sempat merasa jantungnya berdegup kencang apabila respons yang didapatnya tak sesuai harap.

"Jujur mungkin ini beberapa bulan yang lalu, tapi kan ngeri juga ya. Tapi enggak tahu kenapa saat saya 10 hari berada di sana, saya ngerasa sangat santai karena jujur saya ngerasa enggak ada yang bisa dilakuin lagi, jadi ya terima saja," tutupnya mengakhiri perbincangan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X