Gita Gutawa: Gita Puja Indonesia, Persembahan Saya untuk Bangsa

Kompas.com - 11/08/2017, 20:54 WIB
Gita Gutawa meluncurkan album berisi lagu-lagu nasional dengan judul Gita Puja Indonesia di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANGita Gutawa meluncurkan album berisi lagu-lagu nasional dengan judul Gita Puja Indonesia di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi, pencipta lagu, dan produser musik Gita Gutawa (24) meluncurkan album bertema nasionalisme dengan judul Gita Puja Indonesia.

Dalam album tersebut, Gita membawakan delapan lagu nasional, yaitu "Tanah Tumpah Darahku", "Bagimu Negeri", "Syukur", "Tanah Air", "Ibu Kita Kartini", "Terima Kasihku", "Mengheningkan Cipta", dan "Puja Indonesia".

"Ini persembahan saya buat bangsa saya, terutama generasi muda," ujar Gita dalam jumpa pers mengenai album itu, di Gedung Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Baca juga: Gita Gutawa Meluncurkan Lagu di Setiap Hari Besar Nasional

Gita Gutawa mengungkapkan bahwa gagasan untuk membuat album tersebut lahir ketika ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Inggris pada 2011-2017.

Ketika itu muncul kesadarannya bahwa Indonesia kaya akan lagu-lagu nasional dan mulai berpikir untuk menyuguhkan kembali lagu-lagu nasional itu.

"Menurut saya, ini menarik sekali. Saya merasa jangan-jangan lagu nasional ini yang menyatukan kita. Saya merasa terpanggil, apa yang saya bisa perbuat," ujarnya.

Baca juga: Gita Gutawa Ketagihan Jadi Produser

Gita Gutawa membutuhkan dua tahun untuk mengerjakan album tersebut. Ia memilih orkestra sebagai musik untuk lagu-lagu dalam album itu.

Untuk itu, Gita dibantu oleh ayahnya, Erwin Gutawa, pendiri dan komposer Erwin Gutawa Orchestra.

"Ini bisa dibilang eksperimen saya dalam bermusik," ucap Gita.

Baca juga: Gita Gutawa Ikut Klinik Musik di Swedia

Sebelum album itu diluncurkan, Gita Gutawa sudah lebih dulu merilis dua dari delapan lagu tersebut, yaitu singel "Terima Kasihku" dalam rangka Hari Guru Nasional pada November 2016 dan "Ibu Kita Kartini" pada April 2017 sekaligus untuk mengusung gerakan #PerempuanJugaBisa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X