Jelang Sidang Putusan, Ini Perjalanan Kasus Narkoba Ridho Rhoma

Kompas.com - 19/09/2017, 05:35 WIB
Penyanyi dangdut Ridho Rhoma saat hadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungPenyanyi dangdut Ridho Rhoma saat hadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com-- Sabtu, 25 Maret 2017 penyanyi dangdut Ridho Rhoma ditangkap tim Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat.

Dengan bukti narkoba jenis sabu sabu seberat 0,72 gram, Ridho lantas ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Berkas Ridho dinyatakan lengkap atau P21, dengan kata lain, kasus putra penyanyi dangdut Rhoma Irama itu siap disidangkan.

Sidang perdana pun digelar pada 4 Juli 2017, dakwaan dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menyebut bagaimana narkoba jenis sabu itu ditemukan di mobil milik Ridho yakni Honda Civic berwarna hitam dengan No.Pol B 1240 ZAA di dalam sebuah paper bag berwarna cokelat yang diletakkan di tas jok sebelah kiri mobil.

[Baca juga: Ridho Rhoma Jalani Sidang Perdana Kasus Narkoba]

 

JPU menyatakan, Ridho melanggar Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pekan berikutnya yakni pada 11 Juli 2017, sidang kembali digelar dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau eksepsi.

Kuasa hukum Ridho, Achmad Cholidin menilai bahwa jaksa penuntut umum tak cakap dalam membuat dakwaan.

“Untuk unsur materiilnya kan harus lengkap, cakap, jelas. Dan itu terutama tadi beda antara barang bukti saat penangkapan 0.7 dan hasil lab itu 0.5 kan itu sudah jelas tidak singkron,” kata Achmad Cholidin usai sidang.

“Kemudian tidak menguraikan pasal yang dituduhkan, didakwakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Rhoma Irama turut hadir untuk memberikan dukungan kepada putranya.

Menurutnya putranya itu tak harus ditahan, melainkan direhabilitasi mengingat Ridho harus benar-benar terbebas dari ketergantungan obat terlarang.

Selain itu, pelantun "Darah Muda" itu juga mengungkapkan rasa kecewanya kepada Ridho atas keputusannya menggunakan narkoba. Yang menarik, Rhoma membeberkan alasan putranya menggunakan narkoba yakni untuk membentuk postur tubuhnya.

“Kemarin bahwa pertama Ridho menggunakan itu motivasinya bukan untuk fun, bukan untuk hura-hura, bukan untuk pesta pora. Tetapi dalam rangka, katakanlah untuk membuat posturnya lebih ideal sebagai artis, sebagai penyanyi, dan bintang film,” ucap Rhoma.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X