Marlina Bikin Marsha Timothy Merinding di Cannes

Kompas.com - 26/09/2017, 09:11 WIB
Marsha Timothy dalam peluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMarsha Timothy dalam peluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris Marsha Timothy merinding ketika film yang ia bintangi, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak atau Marlina the Murderer in Four Acts, tayang perdana di Cannes Film Festival 2 017 pada Mei lalu.

"Marlina world premiere di Cannes. Itu pengalaman luar biasa yang enggak bisa saya lupakan. Di sana, applause yang cukup lama untuk Mouly Surya (sutradara film Marlina) yang membuat kami merinding. Itu priceless," ujar Marsha pada peluncuran poster film Marlina di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017).

Mouly menambahkan bahwa program Director's Fortnight, tempat Marlina ditayangkan. adalah bagian "menyeramkan" bagi para sineas. Sebab, di sana penontonnya sebagian besar adalah para pelaku industri film dunia serta kritikus.  

"Yang menyeramkan kalau mereka enggak suka filmnya, mereka enggak segan-segan nge-boo (menyoraki) atau tiba-tiba keluar studio. Tapi film Marlina ini diberi standing ovation yang cukup lama, ditambah review-review dari kritikus banyak yang positif," kata Mouly.

Sang produser, Rama Adi, menimpali film Marlina tak sendiri dalam program itu. Ada 18 film lain dari seluruh dunia yang terpilih untuk diputar perdana di sana.

"Tapi itu bukan merupakan competitive section. Ini ajang bagi sutradara dari seluruh dunia untuk memamerkan karyanya. Posisi section itu cukup penting bagi filmmaker, seperti etalase untuk orang melihat," ujar Rama.

[Baca juga: Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Tayang di Amerika Tahun Depan ]

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya.

Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi.

[Baca juga: Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Disebut Lahirkan Genre Baru ]

Proyek ini merupakan hasil kerjasama Cinesurya dengan Kaninga Pictures, Sasha & Co. Production (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), Hooq Originals (Singapura), dan Purin Pictures (Thailand).

[Baca juga: Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Akhirnya Pulang Kampung ]

Marlina mendapatkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Perancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X