Rela Becek-becekan demi Sheila on 7

Kompas.com - 28/11/2017, 13:35 WIB
Band Sheila on 7 tampil pada hari ketiga Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, MInggu (26/11/2017). KOMPAS.COM/KISTYARINIBand Sheila on 7 tampil pada hari ketiga Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, MInggu (26/11/2017).
|
EditorIrfan Maullana

KULON PROGO, KOMPAS.com - Grup band Sheila on 7 menjadi penampil pamungkas dalam pergelaran Kulfest 2017. Grup band dengan anggota Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum) itu berhasil membawa pengunjung Kulfest kembali nostalgia ke era 90-an.

Meski suasana pada Minggu (26/11/2017) malam diguyur hujan, tak menyurutkan keinginan pengunjung, terutama penggemar mereka yang biasa dikenal, Sheilagank untuk dapat menonton aksi idola mereka.

Selain itu, keadaan di lokasi konser, Bendung Khayangan juga sangat becek. Sebagian besar pengunjung terlihat mengenakan sepatu boots. Ada pula pengunjung yang "nyeker" karena sneakers atau sandal yang mereka gunakan dipenuhi tanah basah.

"Enggak apa-apa saya nyeker begini, yang penting nonton Sheila on 7. Tadi senang banget, dapat nonton di barisan paling depan," kata Arie, salah seorang Sheilagank yang mengaku datang dari Magelang, Jawa Tengah.

Senada dengan Arie, Ayu yang datang bersama tiga orang temannya juga puas dengan penampilan Sheila on 7. Ia mengaku jauh-jauh datang ke Kulfest 2017 untuk menonton Sheila on 7. Sama seperti pengunjung lainnya, ia dan teman-temannya juga "penuh perjuangan" menonton Sheila on 7 di sana.

Baca juga : Film Favoritmu, Pijakan Sheila on 7 untuk Mandiri

"Jadi sebelum nonton Sheila on 7 kan kami nonton tarinya Didik Nini Thowok dulu di stage bawah, nah stage-nya Sheila kan di atas. Pas ke atas, kami sempat jebluk ke dalam lumpur, sepatu penuh lumpur, susah jalan, nyeker akhirnya," kata Ayu sambil tertawa.

Beruntung, perjuangannya itu terbayarkan. Ia dan teman-temannya berhasil menonton konser di barisan paling depan. Tak hanya itu, ponselnya juga sempat diambil oleh Duta untuk ber-selfie bersama. Asyiknya...

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Bendung Khayangan kerap diguyur hujan selama penyelenggaraan acara. Panggung berdiri di atas rerumputan dan tanah, bukan aspal. Maka penonton memerlukan sepatu boots agar lebih mudah berjalan dan tidak licin.

Tempat Sheila on 7 manggung atau stage Jodipati berada di atas, atau sekitar 50 meter dari stage Amarta. Terlihat banyak penonton yang berjalan dengan hati-hati menuju stage Jodipati. Ada yang sambil bergandengan tangan, ada pula yang sambil bahu membahu dengan temannya untuk menuju lokasi konser.

Sheila on 7 "pecah"... 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X