Kekuatan Asia dan Seni ala Zhu Wei

Kompas.com - 11/12/2017, 20:36 WIB
Zhu Wei, Album of Vernal Equinox, No. 2, 2011. zhuweiartden.comZhu Wei, Album of Vernal Equinox, No. 2, 2011.
EditorAmir Sodikin

KITA telah mahfum Asia abad ini menjadi kawasan yang menjadi kekuatan global penting. Bangsa Asia oleh banyak cendikia disebutkan telah menemukan konsep jati dirinya setelah 200 tahun dihegemoni oleh Barat. 

Salah satunya, Kishore Mahbubani, seorang pemikir tangguh serta paling vokal bagi Asia yang menyebut bahwa selama ini bangsa Asia belajar dengan sangat keras atas masa lalunya dari Barat.

Kata Mahbubani, bangsa Asia telah mengalami transformasi “tujuh pilar kebijaksanaan Barat", yakni pasar bebas, meritokrasi, pragmatisme, Iptek, budaya damai, pendidikan, dan penegakan hukum. Ke-7 hal tersebut semuanya justru mulai ditinggalkan oleh sebagian bangsa Barat sendiri.

Dalam bukunya Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakkan (2008), Mahbubani menyadarkan kita dengan tesisnya itu. Realitas di sejumlah negara –negara di Barat cenderung mengutamakan energi aktif untuk berkonflik di beberapa kawasan, kemudian menerapkan pasar bebas yang ambigu, seperti proteksi produk-produk tertentu.

Negara-negara Barat itu dalam beberapa dekade cenderung sistem demokratisasinya juga terinfeksi faham non-meritokrasi, yang menerima nilai-nilai kekerabatan dan perkoncoan ketimbang menggunakan kemandirian nalar yang obyektif.

Di Universitas Harvard pada 2015, dalam ceramahnya Mahbubani menegaskan lagi, mengutip data dari IMF bahwa pada dekade 80-an Amerika Serikat menyumbang perekonomian global sampai 25 persen. Sementara China hanya 2,2 persen.

Namun dalam kurun belum sampai 40 tahun pada 2014, ekonomi Amerika Serikat melemah, hanya menyumbang 16, 2 persen secara global.

Zhu Wei, The Story of Beijing, 1993.zhuweiartden.com Zhu Wei, The Story of Beijing, 1993.
Sementara China melaju pesat dengan sumbangsih 16, 3 persen. Dengan demikian Mahbubani dengan caranya sendiri ingin mengingatkan bahwa kondisi dunia sedang mengalami perubahan dramatis.

Selayaknya kebangkitan Asia tidak perlu ditanggapi dengan panik oleh Barat. Alih-alih memunculkan konflik, Barat semestinya menawarkan Timur berbagi tanggung jawab global dalam menangani berbagai problem bersama.


Seni China dan Zhu Wei

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X