Bayu Skak Dijuluki "Pecel Boy" dan Diolok-olok

Kompas.com - 07/02/2018, 22:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - YouTubers Bayu Skak punya pengalaman kurang mengenakkan selama menempuh pendidikan di sekolah menengah atas.

Dengan kondisi perekonomian yang pas-pasan, Bayu Skak harus membantu orangtua dengan berjualan pecel di sela jam istirahat sekolah.

Bayu Skak tak canggung, ia bahkan dijuluki "pecel boy" oleh teman-temannya. Namun, julukan tersebut juga menjadi bahan olok-olokan di sekolah.

Penggalan cerita itu merupakan sinopsis singkat film Yowis Ben, yang dibintangi, ditulis naskahnya, dan disutradarai sendiri oleh Bayu Skak. Ia memerankan karakter sesuai dengan nama aslinya.

"So far, saya memerankan Bayu tidak jauh dari karakter saya sendiri. Bayu di film adalah yang optimis. Dia bisa memberikan sesuatu yang besar kepada teman-temannya," ujar Bayu saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

"Makna film ini adalah pembuktian terhadap sesuatu. Di mana Bayu jualan pecel ke sekolah dan diolok-olok. Anak yang unpopuler banget di sekolah. Tapi, bisa mendapatkan wanita yang populer," tambah Bayu.

Baca juga : Bayu Skak Memburu Cinta Cut Meyriska lewat Yowis Ben

Ya, dalam cerita film tersebut Bayu memburu cintanya Susan (Cut Meyriska). Susan adalah wanita yang populer di sekolah.

Namun, sebelum Bayu mengenggam cinta Susan, ia sempat merasa tidak percaya diri. Apalagi sahabat-sahabat Susan tidak menyukai Bayu karena label sebagai penjual pecel.

Demi mendapat perhatian Susan dan bersaing dengan pacarnya (Indra Wijaya), Bayu membentuk band musik bersama tiga temannya (Joshua Suherman, Tutus Thomson, Brandon Salim).

"Dia (Bayu) ingin buktikan sesuatu bahwa dia bisa melakukan hal yang besar juga. Akhirnya dia bikin band," kata Bayu Skak.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.