D'MASIV Gandeng Rossa dan David NOAH untuk "Pernah Memiliki"

Kompas.com - 05/03/2018, 19:02 WIB
Rossa dan Rian DMASIV ditemui di sela shooting video klip untuk singel Pernah Memiliki di Karnos Studio, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRossa dan Rian DMASIV ditemui di sela shooting video klip untuk singel Pernah Memiliki di Karnos Studio, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band D'MASIV mengandeng penyanyi Rossa dan pemain keyboard David "NOAH" untuk berkolaborasi dalam singel "Pernah Memiliki".

"Pernah Memiliki" merupakan singel perdana D'MASIV untuk album ke-6 yang masih dalam proses produksi di dapur rekaman. Lagu tersebut dicipta oleh vokalis Rian Ekky Pradipta.

Rian mengatakan, lirik "Pernah Memiliki" bercerita tentang masa lalu kurang menyenangkan seseorang dengan mantan kekasihnya.

"Kami mengajak berdamai dengan masa lalu. Enggak boleh musuhan dengan masa lalu," kata Rian dalam jumpa pers di Patio Venue and Dining, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).

Karena lagu ini memiliki sifat yang sendu, akhirnya D'MASIV memutuskan untuk menggandeng seorang penyanyi perempuan. Pilihan mereka pun jatuh kepada Rossa, dengan harapan bisa memberikan makna lebih dalam terhadap "Pernah Memiliki".

Baca juga : Rossa Cetak Sejarah untuk D'MASIV

Selain itu, D'MASIV juga memerlukan denting piano untuk membuat "Pernah Memiliki" lebih sempurna.

"Waktu kami tawari Teh Ocha (panggilan Rossa), kami sempat deg-degan. Jadi dia setuju, baru kami bikin demo jadi. Teh Ocha sudah tahu apa yang harus dia lakukan. Penjiwaan dan improvisasinya sudah dapat," katanya.

"Lalu, sejak awal kami ingin lagu ini bernuansa piano. Kami bosan main fullband, memang pakai additional  player, kami enggak punya pemain keyboard. Akhirnya masuk nama David," sambung Rian.

Rossa menyambut hangat tawaran kolaborasi ini. Hanya butuh waktu 20 detik bagi Rossa untuk menerima tawaran D'MASIV.

"Aku enggak tahu kenapa, cepat banget kalau suka lagu itu atau enggak. Orang-orang di sekeliling aku bilang, 'Rossa soul'. Jadi di 20 detik pertama aku akan tahu suka apa enggak. Kalau aku enggak suka, aku skip," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X