Sidang Gugatan Hak Cipta Film Benyamin Biang Kerok Ditunda Dua Pekan

Kompas.com - 22/03/2018, 18:46 WIB
Salah satu adegan dalam Benyamin Biang Kerok. Falcon PicturesSalah satu adegan dalam Benyamin Biang Kerok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang gugatan hak cipta yang diajukan penulis Syamsul Fuad terhadap rumah produksi dan produser film Benyamin Biang Kerok ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ditunda hingga dua pekan ke depan.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan bahwa penundaan tersebut disebabkan para tergugat absen di sidang perdana hari ini, Kamis (22/3/2018).

"(Sidang) sudah tadi selesai, iya perdana. Tapi karena tergugat belum datang, masih manggil (tergugat) lagi," kata Jamaludin kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis sore.

"Masih sidang pertama tadi ya, gugatan hak cipta. Sidang selanjutnya dua minggu lagi," sambungnya.

Jika dihitung mulai hari ini, maka sidang selanjutnya atas perkara hak cipta itu baru digelar lagi pada 5 April 2018 mendatang.

Sebagai informasi, Syamsul Fuad merupakan penulis naskah asli film Benyamin Biang Kerok arahan sutradara Nawi Ismail yang dirilis pada 1972.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Syamsul Fuad Minta Bagian Haknya dari Film Benyamin Biang Kerok

Cerita tersebut kemudian diadaptasi oleh sutradara Hanung Bramantyo dengan judul sama di bawah naungan rumah produksi Falcon Pictures dan Max Pictures. Film Benyamin Biang Kerok versi baru yang dibintangi Reza Rahadian tayang perdana pada 1 Maret 2018 lalu.

Dikutip dari laman sipp.pn-jakartapusat.go.id, gugatan bernomor perkara 9/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2018/PN Niaga Jkt.Pst itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (5/3/2018) lalu.

Selain dua rumah produksi tersebut, bos Falcon Pictures HB Naveen dan produser Benyamin Biang Kerok (2018) Ody Mulya Hidayat juga berposisi sebagai tergugat.

Sebelumnya diberitakan, Syamsul Fuad mengatakan ia mengajukan gugatan karena ingin meminta bagian haknya atas pemutaran film Benyamin Biang Kerok versi kekinian.

"Saya meminta hak-hak saya sebagai penulis cerita. Saya meminta Rp 1 miliar. Saya juga meminta royalti," ujar Syamsul saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2018).

Baca juga : 26 Maret, Falcon Pictures Akan Jawab soal Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X