Syamsul Fuad Merasa Diremehkan oleh Produser Film Benyamin Biang Kerok

Kompas.com - 05/04/2018, 15:38 WIB
Syamsul Fuad, penulis cerita Benyamin Biang Kerok, di sela menunggu jadwal sidang perkara kasus dugaam pelanggaram hak cipta film tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSyamsul Fuad, penulis cerita Benyamin Biang Kerok, di sela menunggu jadwal sidang perkara kasus dugaam pelanggaram hak cipta film tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok (1972), Syamsul Fuad, merasa diremehkan oleh rumah produksi dan produser yang membuat versi baru dari film tersebut.

Sebelumnya, Syamsul menggugat hak cipta dan menuntut royalti dari film Benyamin Biang Kerok (2018) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 5 Maret 2018 lalu.

"Itu kelihatannya mereka kayak menyepelekan," kata Syamsul kepada awak media usai sidang perkara tersebut di PN Jakarta Pusat, Kamis (5/4'2018).

Ia merasa begitu lantaran sudah dua kali sidang mediasi kasus dugaan pelanggaran hak cipta tersebut ditunda. Gara-garanya, pihak tergugat tak hadir pada sidang perdana dua pekan lalu. Kemudian, di sidang kedua, tergugat beralasan surat kuasa mereka perlu perbaikan.

[Baca juga : Ada Masalah Surat Kuasa, Sidang Hak Cipta Benyamin Biang Kerok Ditunda Lagi]

"Itu kan surat-surat. Harusnya semenjak awal dipersiapkan sebelumnya, waktu sidang pertama dipersiapkan surat kuasa. Udah berjalan kedua kali baru dipersiapkan, masih belum lengkap. Itu kan artinya menyepelekan," kata Syamsul. 

Kuasa hukumnya, Bakhtiar Yusuf, juga mengaku kecewa karena masalah administrasi dari pihak tergugat belum selesai. Padahal, sidang sudah ditunda selama dua pekan.

"Kalau dari kuasa hukum sih sangat menyayangkan ya. Maksudnya ini udah panggilan kedua cuma dari segi administrasi belum siap. Surat kuasa dari tergugat tiga (Naveen) sama tergugat empat (Ody Mulya) belum dipersiapkan," ucap Bakhtiar.

Sidang perkara ini berikutnya dilanjutkan pada 12 April 2018 mendatang dan masih dengan agenda mediasi.

[Baca juga : Penulis Asli Heran Produser Benyamin Biang Kerok Akan Gugat Balik ]

Dalam gugatannya, Syamsul menuding tergugat telah melakukan pelanggaran hak cipta atas cerita Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung.

Penulis berusia 81 tahun ini juga menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 1 miliar untuk harga penjualan hak cipta film Benyamin Biang Kerok yang tayang 1 Maret 2018 lalu. Selain itu, Syamsul menuntut royalti penjualan tiket film tersebut senilai Rp 1.000 per tiket.

Tak cuma itu, ia pun menggugat para tergugat untuk membayar ganti rugi immateril sebesar Rp 10 miliar yang mencakup kerugian akan hak moralnya sebagai pencipta atau pemegang hak cipta cerita Benyamin Biang Kerok.

Terakhir, Syamsul meminta para tergugat melakukan permohonan maaf kepadanya dan klarifikasi melalui media massa terhadap masyarakat atas pelanggaran hak cipta tersebut.

[Baca juga : Syamsul Fuad: Bicara Hak Cipta Benyamin Biang Kerok Harusnya ke Saya ]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X