Hannah Al Rashid Tak Mau Jadi Pemanis

Kompas.com - 22/04/2018, 08:10 WIB
Hannah Al Rashid berpose di Goethe-Institut Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANHannah Al Rashid berpose di Goethe-Institut Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Hannah Al Rashid (32) mengatakan tidak mau menjadi pemeran pemanis dalam sebuah film hanya gara-gara wajah Indo-nya.

"Dari awal karier enggak mau hanya jadi pemanis. Gua mau orang melihat kemampuan gua dan menilai gua dari kemampuan itu bukan dari muka," ujar Hannah dalam wawancara di Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Perempuan kelahiran London, Inggris, 25 Januari 1986 itu berpendapat, selama ini masih ada yang memandang wajah blasteran hanya sebagai pemanis dalam film. Menurut Hannah, kemampuan berakting adalah prioritasnya.

"Kalau gitu gua mau belajar apa sebagai aktor? Kalau cuma jadi pendamping cowok, jadi pacarnya, mau belajar apa? Enggak ada kan," kata dia.

Baca juga : Hannah Al Rashid Sulit Bayangkan Makhluk Tak Tampak

Hannah mencontohkan sewaktu berperan sebagai Sophie dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2. Sebagai Warkop Angels, ia tidak mau hanya sebagai pemanis saja.

"Tapi aku sama Arie Kriting menciptakan yang bisa berdiri sendiri. Waktu itu kami mempersiapkannya enggak mau perempuan hanya dilihat look-nya. Enggak mau kalau perempuan seksi. Harus seksi yang intelektual, mandiri, semangatnya tinggi," kata Hannah.

Baca juga : Hannah Al Rashid Ajak Masyarakat Dukung Petisi Ruben Onsu



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X