Pandji Pragiwaksono Menilai Tuntutan untuk Tio Pakusadewo Tak Masuk Akal

Kompas.com - 07/06/2018, 12:59 WIB
Pandji Pragiwaksono hadir pada acara gala premier film Insya Allah Sah 2 di Epicentrum Walk XXI,  Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPandji Pragiwaksono hadir pada acara gala premier film Insya Allah Sah 2 di Epicentrum Walk XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan komika Pandji Pragiwaksono (38) menilai tuntutan hukuman enam tahun penjara untuk aktor Tio Pakusadewo (54) tak masuk akal.

Tio dituntut enam tahun penjara dikurangi masa tahanan dan juga denda sedikitnya Rp 800 juta karena kasus penyalahgunaan narkotika.

"Masih lekat kok di ingatan orang-orang, apa yang terjadi di belakang, dan yang diberikan kepada Om Tio kayak enggak masuk akal gitu," kata Pandji dalam wawancara Epicentrum Walk XXI, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018) malam.

Baca juga: Tio Pakusadewo Ajukan Pembelaan atas Tuntutan 6 Tahun Penjara

Ia merasa tuntutan hukuman yang diberikan kepada beberapa terdakwa kasus narkoba terkesan timpang antara yang satu dengan yang lain.

Padahal, apa yang mereka lakukan hampir sama. Misal, dari segi berat nakotika yang digunakan maupun intensitas penggunaan.

"Sejauh yang saya amati, emang kadang agak aneh sih dari sisi kacamata awam, saya enggak paham kenapa, satu linting bisa kena begitu lama," ujar Pandji.

"Kalau enggak salah, Revaldo ya, yang diumumkan itu kepemilikan ganja satu linting, hukumannya kayaknya enggak kayak orang yang punya ganja satu linting deh," tuturnya.

Baca juga: Tio Pakusadewo Tak Bisa Sembunyikan Kekecewaan Usai Dituntut 6 Tahun Penjara

Berkaca pada kasus Tio Pakusadewo maupun kasus artis peran Revaldo, Pandji Pragiwaksono berharap majelis hakim maupun jaksa bisa memberi alasan atau pertimbangan yang jelas. Begitu juga tentang informasi mengenai pasal yang dikenakan dan semacamnya.

"Ya, ini kelihatannya ada banyak hal yang publik tidak tahu, tidak diceritakan kepada publik. Itu yang mungkin publik mesti diinformasikan. Karena, kalau tidak, terasa sekali seperti ada sebuah ketidakadilan, terutama kepada Om Tio," ucapnya.

Baca juga: Tio Pakusadewo Dituntut Enam Tahun Penjara

Sebelumnya, diberitakan, tim penasihat hukum terdakwa Tio Pakusadewo akan mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan enam tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X