Joshua Suherman dan Bayu Skak Hati-hati Bikin Lelucon Bahasa Daerah

Kompas.com - 27/02/2019, 17:06 WIB
Joshua Suherman berpose saat media visit film Yowis Ben 2 di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2019). Film Yowis Ben 2 dirilis di bioskop 14 Maret 2019 mendatang. KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGJoshua Suherman berpose saat media visit film Yowis Ben 2 di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2019). Film Yowis Ben 2 dirilis di bioskop 14 Maret 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan Komedi sekaligus pemain film Yowis Ben 2, Joshua Suherman, mengatakan bahwa dia merasa sulit menyamakan persepsi saat membuat lelucon ke dalam dua bahasa, Jawa dan Sunda.

Hal itu Joshua ungkapkan saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

"Yang film pertama memang kami ada rasa kekhawatiran jokes kami tidak dipahami, tapi ternyata oke, respons masyarakat sangat baik," kata Joshua.

"Nah, yang kedua ini mungkin lebih ke masalah ini, karena ada dua kultur yang berbeda. Nah, menyamakan persepsi itu juga PR (pekerjaan rumah), Bayu terutama. Jadi kami lebih ekstra concern ke situ," sambungnya.

Baca juga: Personel Yowis Ben Masing-masing Dapat Pasangan di Film Sekuel

Bayu Skak berpose saat media visit film Yowis Ben 2 di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2019). Film Yowis Ben 2 dirilis di bioskop 14 Maret 2019 mendatang.KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG Bayu Skak berpose saat media visit film Yowis Ben 2 di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (27/2/2019). Film Yowis Ben 2 dirilis di bioskop 14 Maret 2019 mendatang.
Bayu Skak, pemeran utama dan penulis skenario melanjutkan, dia sangat berhati-hati memilih kata dalam dua bahasa itu. Bayu bahkan menyiapkan dua konsultan komedi yang berbeda.

"Pemilihan kata juga hati-hati, oleh karena itu dari Jawa ada comedy consultant-nya, dari Sunda juga ada, 'Oh ini bahasanya terlalu kasar, oke kita ubah', gitu," kata Bayu.

Bayu rupanya memiliki tujuan khusus menyuguhkan dua budaya dalam film produksi Starvision itu.

"Ya kami berhati-hati sekali karena kedua daerah ini Jawa dan Sunda adalah kultur yang dari dulu. Mungkin karena ada satu dua hal sampai ada katanya orang Jawa jangan nikah sama orang Sunda," ucap Bayu.

"Nah, ini kami ingin mengubah itu, mengubahnya kan musti pelan-pelan nih. Kami dengan cara film ini, yang komedi," imbuhnya.

Baca juga: Yowis Ben 2, Film Drama Komedi Lintas Budaya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X