Layakkah Kominfo "Suspend" Video Kimi Hime yang Dianggap Vulgar?

Kompas.com - 26/07/2019, 12:38 WIB
Tangkapan layar akun Youtube Kimi Hime. YoutubeTangkapan layar akun Youtube Kimi Hime.
|

 

Pria yang kerap disapa "Bapak Blogger Indonesia" tersebut berpendapat, jika video-video Kimi Hime memang melanggar ketentuan penggunaan aplikasi, seharusnya YouTube telah melakukan take down secara otomatis.

"Karena begini, Kominfo itu juga punya tim yang bekerja sama dengan YouTube untuk melakukan flagging istilanya, menandai konten-konten yang sifatnya berbahaya. Itu ada report-nya tuh tiap bulan. Termasuk yang banyak itu soal hate speech, yang profokatif dan sebagainya," tambahnya.

Baca juga: Kimi Hime: Saya Tidak Bisa Larang Anak-anak Tonton Konten YouTube Saya

Ia mengatakan, tanpa batasan yang jelas, maka aturan penggunaan YouTube tak dapat dibandingkan dengan penggunaan media yang bersifat broadcast atau free to air layaknya televisi.

Ia menyebut, televisi dan youtube memiliki bentuk yang sangat berbeda. Ia menyebut pengguna youtube memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih dan berpengaruh langsung pada penilaian terhadap video tertentu.

"Nah dari sisi karakter pengguna, untuk yang disiarkan (televisi), di kita ini lebih pasif. Jadi penonton ini sifatnya lebih pasif. Kita enggak bisa menolak apa yang disiarkan. Kita hanya bisa berpindah channel aja. Tapi kalau saya melihat sebuah channel saya enggak bisa nolak, enggak bisa komen apa-apa. Jadi sifatnya pasif. Inilah bedanya media lama dan media baru," paparnya.

Baca juga: Konten YouTube Vulgar, Kimi Hime Ingin Ditemui Empat Mata oleh Kominfo

Karena karakter penggunanya yang pasif, televisi memiliki Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bertindak untuk mengontrol semua detail tayangannya.

Tanpa aturan yang jelas untuk YouTube, maka Enda menilai langkah yang dilakukan Kominfo terhadap video Kimi Hime masih terlalu dini.

"Nah jadi dengan dasar pemikiran itu menurut saya yang namanya YouTube ini khususnya yang disampaikan si Kimi Hime ini memang tidak ada pelanggaran hukum," tandasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X