Polisi Ungkap Satu Pertimbangan yang Bikin Nikita Mirzani Tidak Ditahan

Kompas.com - 30/07/2019, 14:22 WIB
Presenter Nikita Mirzani saat ditemui usai menjalani sidang perceraian lanjutan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Ragunan, Pasar Minggu, Kamis (17/1/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPresenter Nikita Mirzani saat ditemui usai menjalani sidang perceraian lanjutan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Ragunan, Pasar Minggu, Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengungkapkan salah satu alasan pihaknya tidak menahan artis peran Nikita Mirzani.

Andi mengatakan bahwa Nikita masih memiliki bayi meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, sehingga diputuskan untuk tak melakukan penahanan terhadap Nikita.

"Itu juga jadi pertimbangan," kata Andi di ruangannya di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Menurut Andi, Nikita cukup kooperatif dalam kasus ini walaupun sempat satu kali mangkir menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Baca juga: Polisi Jelaskan Status Nikita Mirzani dalam Kasus Penggelapan Pakaian Dalam

Namun setelahnya, Nikita datang sendiri bersama kuasa hukumnya. Hal itu juga membuat polisi menimbang bahwa belum perlu melakukan penahanan terhadap Nikita.

"Niki sejauh ini kami lihat belum perlu dilakukan upaya paksa sepanjang yang bersangkutan kooperatif," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Nikita dilaporkan oleh mantan suaminya, Dipo Latief, terkait kasus dugaan penganiayaan pada Oktober 2018 lalu.

Baca juga: Berstatus Tersangka Penganiayaan, Nikita Mirzani Diimbau Polisi Tidak ke Luar Negeri

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X