Menangis dan Peluk Ibu Saat Sidang, Sandy Tumiwa: Saya Kapok, Ma

Kompas.com - 20/09/2019, 06:46 WIB
Terdakwa perkara kepemilikan narkoba Sandy Tumiwa (kiri) memeluk ibunya Amalia Nurshanty pada sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019). WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYOTerdakwa perkara kepemilikan narkoba Sandy Tumiwa (kiri) memeluk ibunya Amalia Nurshanty pada sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).
Editor Kistyarini

KOMPAS.com - Pesinetron Sandy Tumiwa (37) menjalani sidang kasus kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika di Pengadian Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Di antara pengunjung tampak ibunda Sandy, Amalia Nurshanty.

Tubuh Sandy Tumiwa terlihat kurus sejak mendekam di penjara karena kasus tersebut.

"Kondisinya ya seperti sekarang," kata Sandy.

"Kurus kan," sambung Amalia menimpali ucapan Sandy.

Baca juga: Sandy Tumiwa Dipindahkan ke Rutan Salemba

Amalia sedih melihat tubuh Sandy Tumiwa yang terlihat kurus seolah tidak bisa mengurus diri dalam penjara.

"Sebenarnya saya sedih. Cuma nggak bisa sering-sering nengok. Mama juga punya penyakit. Kaki mama susah jalan," kata Amalia Nurshanty.

"Sandy kapok, Ma," jawab Sandy Tumiwa yang kemudian menjabat erat tangan ibunya sambil menangis.

Baca juga: Kuasa Hukum: Hasil Asesmen Akan Jadi Pertimbangan Tuntutan Sandy Tumiwa

Bekas suami Tessa Kaunang itu mengaku kapok sering menyusahkan orangtuanya. Padahal selama ini ibunya sabar mengurusinya.

Sandy Tumiwa sudah dua kali masuk penjara. Kasus pertama atas kasus investasi bodong, dan yang kedua karena narkoba.

"Saya kapok. Saya punya janji sama ibu, mau memberangkatkan dia ke Mekkah," ujar Sandy yang mendapatkan banyak pelajaran atas kasusnya tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Warta Kota
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X