Kuasa Hukum: Pasal Penganiayaan yang Jerat Kriss Hatta Keliru

Kompas.com - 08/10/2019, 20:19 WIB
Tersangka dugaan penganiayaan, artis peran Kriss Hatta (31) diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan oleh penyidik Subdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya, Kamis (19/8/2019). KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELATersangka dugaan penganiayaan, artis peran Kriss Hatta (31) diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan oleh penyidik Subdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya, Kamis (19/8/2019).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Kriss Hatta, Syuratman Usman, berpendapat pasal penganiayaan yang disangkakan pada kliennya tidak tepat.

Usman menyebut pihaknya punya beberapa alasan sehingga bisa menyimpulkan seperti itu.

"Satu, tentu yang kami sampaikan soal perdamaian (dengan korban) itu, dan kedua soal pasal 351 itu kan ancamannya 2,8 tahun penjara," ucap Usman saat ditemui di LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2019).

Menurut Usman, pasal yang disangkakan kepada Kriss Hatta harusnya Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan.

Walaupun masih tentang penganiayaan, kata Usman, kadar ancaman pidananya berbeda jauh.

Baca juga: Kriss Hatta Jalani Sidang Perdana Besok, Kuasa Hukum: Padahal Sudah Berdamai

"Kalau pendapat saya harusnya Pasal 352, ancamannya 3 bulan penjara," ucap Usman.

"Karena penganiayaannya tidak mengakibatkan korban sakit sampai tidak bisa bekerja, kan setelah itu korban tetap beraktivitas seperti biasa," sambungnya.

Berkait kategori delik murni yang membuat kasus hukum Kriss tak gugur meski telah berdamai, Usman menambahkan bila hal itu hanyalah bersifat normatif para penegak hukum.

Baca juga: Berharap Sidang Perdana Kriss Hatta Berjalan Lancar, Ibunda Bawakan Petai
Pada kenyataannya, lanjut Usman, hal itu bisa saja berubah melihat pertimbangan hukum yang ada.

"Iya itu legalitas formal saja. Banyak dalam praktik enggak seperti itu. Jadi itu (perdamaian) nanti bakal bahan pertimbangan meringankan majelis hakim untuk vonis," imbuhnya.

Diketahui, Kriss Hatta akan menjalani sidang perdana kasus dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019) besok.

Baca juga: Ibu Kriss Hatta: Sudah Damai di Tempat Mewah, Kasus Hukum Malah Dilanjutkan

Sebelumnya, kasus ini berawal dari dugaan pemukulan yang dilakukan Kriss Hatta kepada Antony Hillenaar yang berujung pada laporan polisi, pada 6 April 2019 lalu.

Meski keduanya telah berdamai pada 8 Agustus 2019 lalu, kasus hukum ini tetap dilanjutkan oleh pihak kepolisian karena termasuk dalam kategori delik murni atau umum.

Setelah ditangkap pada 24 Juli 2019 lalu, dan ditahan sekitar 70 hari, Kriss akan segera menjalani persidangan.

Baca juga: Ibunda Kriss Hatta Pinjam Uang Sana Sini demi Perdamaian

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X